REPUBLIKA.CO.ID, BALAI KOTA -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan tidak akan ada warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Ibu Kota, yang akan memiliki Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) secara sekaligus.
Dikarenakan kedua kartu tersebut berada di bawah koordinasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Tidak akan ada yang dapat double kartu, karena kartu ini punya sistem chip. Kontrolnya gampang, sekarang saja sudah ada sekitar 7 juta warga Jakarta yang ikut BPJS kesehatan," ujar Basuki di Balai Kota, Kamis (6/11).
KIS merupakan program dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Jusuf Kalla (JK). Kartu ini diluncurkan pada 3 November lalu. Namun, hingga kini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara pasti fungsi dari kartu tersebut.
Selain KIS, ada program lain yang juga dikeluarkan oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP). Baik KIS maupun KIP masih menjadi pertanyaan bagi masyarakat Ibu Kota, dimana mereka telah memilih KJS juga Kartu Jakarta Pintar (KJP).