Sabtu 06 Sep 2014 13:08 WIB

Mari Elka: Saya Angkat Topi untuk Bandung

Mari Elka Pangestu
Foto: umm.ac.id
Mari Elka Pangestu

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengapresiasi usaha kota Bandung yang dianggap telah berhasil mengembangkan potensi ekonomi kreatifnya.

"Saya angkat topi untuk Bandung. Luar biasa karena Bandung telah mengambil esensi dari makna ekonomi kreatif itu sendiri," kata Mari Elka di Bandung, Jumat (5/9) malam.

Pihaknya berharap Bandung bisa menjadi percontohan untuk pengembangan kota kreatif yang bisa menginspirasi kota-kota lainnya.

"Saya harap Bandung bisa menjadi role model kota kreatif," katanya.

Menurut dia, sejak 2012, Kemenparekraf sudah melakukan sosialisasi kegiatan pengajuan kota kreatif ke UNESCO berdasarkan tujuh tema yang sudah ditetapkan UNESCO sebagai kriteria kota kreatif yakni literatur, film, musik, kerajinan dan seni rakyat, desain, media arts dan gastronomi.

Ada lima kota yang diajukan sebagai kota kreatif yakni Bandung dan Solo sebagai kota kreatif berbasis desain, sementara Pekalongan, Yogyakarta dan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis kerajinan. Saat ini kelima kota itu dalam tahap menunggu hasil verifikasi UNESCO yang akan diumumkan pada Oktober 2014.

Mari menambahkan, selain kota kreatif, Kemenparekraf juga sudah mengembangkan beberapa sentra kreatif yakni Labuan Bajo (Flores), Pacitan (Jawa Timur), Toraja (Sulawesi Selatan) dan Raja Ampat (Papua).

"Sentra-sentra yang sudah ada harus dilanjutkan oleh pemerintahan mendatang karena butuh tiga hingga lima tahun bagi sentra-sentra ini untuk benar-benar 'jadi'. Selain itu kami juga ingin ciptakan sentra kreatif lagi di beberapa daerah lainnya," katanya.

Menurut dia ada tujuh isu strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif lokal yakni SDM kreatif, pembiayaan, akses ke teknologi, ketersediaan infrastruktur, akses ke bahan baku, upaya mengubah ide kreatif menjadi bisnis dan peran pemerintah untuk menciptakan regulasi dan iklim yang kondusif.

"Sudah ada focus group discussion (FGD) dalam tiga bulan terakhir serta adanya masukan-masukan dari komunitas yang menghasilkan rencana jangka menengah dan panjang. Harapan saya, pemerintah berikutnya mulai mengimplementasikan rencana-rencana ini," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement