Rabu 23 Jul 2014 23:02 WIB

Ditemukan Bahan Berbahaya di Empat Pasar Yogyakarta

Rep: neni ridarineni/ Red: Muhammad Hafil
Mi basah yang mengandung formalin (ilustrasi).
Foto: IST
Mi basah yang mengandung formalin (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Hasil pemantauan pangan yang  beredar menjelang Lebaran di lima pasar di  DIY yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM)  di Yogyakarta  ditemukan pangan mengandung bahan berbahaya dan hanya  di satu pasar (Wates)  yang tidak ditemukan bahan berbahaya.

Menurut Kepala BBPOM DIY Abdul Rahim, sidak dilakukan di Pasar Wates en en Kabupaten Kulonprogo, Pasar Bantul Kabupaten Bantul , Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta, Pasar Prambanan KabupatSleman dan Pasar Argosari Kabupaten Gunungkidul.

Di lima pasar tersebut diambil 60 sampel dan dilakukan tes secara cepat di pasar itu juga hasilnya 34 sampel memenuhi syarat dan 16 sampel tidak memenuhi syarat.

Adapun temuannya antara lain: di Pasar Bantul  dari 15 sampel yang diperiksa, ada dua sampel tidak memenuhi syarat atau mengandung bahan berbahaya (kerupuk semprong mengandung Rhodamin B dan cincau hitam mengandung formalin).

Di Pasar Beringharjon dari delapan sampel yang diperiksa, sebanyak lima sampel tidak memenuhi syarat (lanting merah mengandung Rhodamin B, kerupuk merah bergaris mengandung Rhodamin B, Kerupuk singkong merah mengandung Rhodamin B, Kerupuk poco-poco mengandung Rhodamin; Godril singkong merah mengandung Rhodamin B.

Selanjutnya di Pasar Prambanan diambil 15 sampel dan lima diantaranya mengandung bahan berbahaya (Dawet merah mengandung Rhodamin B, Cincau hitam mengandung Formalin, Wajik Kletik mengandung Rhodamin B, Mie basah mengandung Formalin, Kerupuk semprong merah mengandung Rhodamin B).

Di Pasar Argosari Gunungkidul diambil 15 sampel ditemukan empat sampel yang tidak memenuhi syarat/mengandung bahan  berbahaya (Lanting merah mengandung Rhodamin B, Mie basah mengandung boraks, Krecek mengandung Metanyl Yellow dan Kerupuk merah kuning semprong mengandung Rhodamin B.

Diakui Rahim, peredaran mie basah mengandung formalin mulai marak lagi. Padahal   tahun 2012 di DIY sudah dinyatakan bebas formalin.

Meskipun demikian, mie yang berasal dari mie kering tidak mengandung formalin. Dari hasil penelusuran sementara ditengarai mie basah yang mengandung formalin berasal dari Klaten dan Magelang, 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement