REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cawapres nomor urut 2, Jusuf Kalla (JK) mendorong agar kandidat pengganti Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal (Ical) Bakrie, harus bisa bernegosisasi dengan Pemerintahan baru. Ia juga meminta pelaksanaan munas dapat dipercepat.
Kalau pelaksanaan munaslub ini atas dasar permintaan banyak pihak, maka harus segera dilaksanakan. Namun, siapa kandidat pengurus yang akan menggantikannya, JK menyerahkan hasil itu melalui forum musyawarah tersebut.
"Nanti pengurus baru yang akan melakukan negosiasi dengan pemerintahan ke depan," kata JK usai melangsungkan pertemuan dengan Dewan Masjid Indonesia di Menteng, Rabu (16/7).
Sejauh ini, JK menyatakan, belum ada pihak Golkar yang bersilaturahmi dengan pasangan Jokowi-JK. Sebab, dia berpendapat, kandidat nomor urut 2 ini, juga belum dipastikan menang pilpres. Dia optimistis banyak kader kompeten yang menggantikan Ical.
Menurut dia, sejumlah kader senior partai dan dari kalangan muda Golkar, sama-sama punya peluang untuk memimpin partai.