Rabu 25 Jun 2014 21:37 WIB

BSI Kirim 33 Dosen ke Communic Asia 2014

Rep: irwan kelana/ Red: Taufik Rachman
Communic Asia
Communic Asia

REPUBLIKA.CO.ID,SINGAPURA -- Salah satu kunci sukses sebuah lembaga pendidikan tinggi adalah keberadaan dosen yang mumpuni  dan selalu up to date terhadap perkembangan di bidangnya. Untuk itu, sudah seharusnya pengetahuan dan wawasan para dosen tersebut selalu ditingkatkan. Caranya antara lain dengan mengikuti kegiatan pameran dan seminar nasional maupun internasional.

Direktur Bina Sarana Informatika (BSI) Naba Aji Notoseputro mengatakan BSI selalu berusaha meningkatkan mutu dan prestasi para mahasiswa maupun dosennya. Terkait dengan peningkatan mutu dan kompetensi para dosen, BSI setiap tahun aktif mengirimkan sejumlah dosen untuk mengikuti Communic Asia yang digelar di Singapura. Pameran telematika terkemuka di Asia itu dirangkai dengan IT Enterprise Asia dan Broadcast Asia.

Sejak tiga tahun lalu, BSI selalu mengirimkan delegasi para dosen untuk mengikuti eksibisi yang terdiri dari kegiatan pameran, seminar, diskusi maupun pertemuan bisnis tersebut. “Ini merupakan upaya BSI agar para dosen BSI dapat selalu mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Naba Aji.

Tahun 2013, BSI mengirimkan 32 mahasiswa S2 Komputer dan lima dosen pendamping. “Tahun ini BSI mengirimkan 33 dosen, terdiri dari 28 dosen Komunikasi dan lima dosen IT  untuk mengikuti dan menjadi peserta aktif Communic Asia 2014, Enterprise IT dan Broadcast Asia 2014. Kegiatan tersebut digelar di Marina Bay Sands Singapura, 17-20 Juni 2014, diikuti oleh hampir 2.000 peserta dari lebih 50 negara dan kawasan,” ungkap Naba Aji yang ditemui di ajang Communic Asia 2014, Enterprise IT dan Broadcast Asia 2014 di Singapura, Kamis (19/6).

Ia menambahkan, para dosen BSI itu tidak hanya datang untuk menyaksikan pameran. “Mereka juga  terlibat aktif dalam seminar, koneferensi,  maupun diskusi dengan lembaga-lembaga broadcast dunia, seperti CNN, HBO dan lain-lain,” tuturnya.

Ia menegaskan, Communic Asia, Enterprise IT dan Broadcast Asia memang merupakan pameran tingkat Asia, namun para pesertanya dari seluruh dunia. Tidak bisa dipungkiri, bahwa Singapura adalah pusatnya Asia. Hampir semua perusahaan dunia memiliki kantorn perwakilan di Singapura.

Pameran tersebut dihadiri para praktisi komunikasi dan IT dari berbagai negara, termasuk Cina, Inggris, dan Amerika.

“Communic Asia, Enterprise IT dan Broadcast Asia menjadi salah satu tolok ukur perkembangan IT dan ilmu komunikasi, dalam hal ini broadcasting dunia,” ujarnya.

Naba Aji menjelaskan, pengiriman para dosen Broadcast ke ajang pameran internasional tersebut bertujuan agar para dosen Broadcast BSI tidak tertinggal dalam ilmu broadcasting.

Sebab dunia broadcasting itu terus berkembang. “Setelah mengetahui perkembangan broadcasting dunia, lalu para dosen Broadcast BSI itu  melihat apa yang dipunyai  Jurusan Brodacast BSI  saat ini, dan apa yang harus dikembangkan,” tegasnya.

 Lebih jauh ia mengemukakan, setelah menghadiri Communic Asia, Enterprise IT dan Broadcast Asia, diharapkan wacana dan pandangan para dosen tentang pengembangan ilmu pengetahuan akan berubah. “Selain itu, tentunya para dosen tersebut berupaya menerapkan informasi dan perkembangan tersebut di kampus, berupa perbaikan kurikulum, praktikum maupun metode pembelajaran,” ujarnya.

Di samping itu, kata Naba Aji, pertemuan para dosen tersebut dengan praktisi kelas dunia  diharapkan menjadi jalan bagi BSI  mengundang praktisi kelas dunia tersebut untuk menjadi dosen tamu di BSI. “Kalau BSI bisa mendatangkan dosen-dosen tamu dari berbagai lembaga broadcast dunia, hal ini juga akan memberikan nilai tambah tersendiri bagi BSI,” tutur Naba Aji.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement