REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta jaringan utilitas di bawah tanah ditata ulang demi kelancaran pembangunan sarana transportasi massal Mass Rapid Transit.
"Proses pembangunan MRT terkendala banyaknya jaringan utilitas bawah tanah. Makanya, kami minta para pemilik utilitas tersebut segera menata ulang," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat.
Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, salah satu utilitas bawah tanah yang berada di jalur pembangunan MRT, yakni jaringan pipa milik Pertamina Gas di Jalan Fatmawati dan Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.
"Oleh karena itu, kita sudah melakukan koordinasi langsung dengan pihak Pertamina Gas. Kita minta supaya jaringan-jaringan pipa gas itu dipindahkan supaya pembangunan MRT bisa lancar," ujar Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menuturkan terdapat sebanyak delapan titik jaringan pipa gas yang bersinggungan dengan jalur pembangunan MRT bawah tanah.
Selain jaringan pipa gas milik Pertamina Gas, sambung dia, utilitas lain yang harus segera dipindahkan, yaitu jaringan pipa air milik PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).
"Dalam pembangunan MRT itu, kami juga menemui jaringan utilitas bawah tanah berupa kabel tegangan menengah dan tinggi di Gardu PLN Dukuh Atas. Ini juga harus dipindahkan," tutur Ahok.
Selain meminta para pihak pemilik utilitas, dia mengungkapkan pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait pemindahan utilitas tersebut.