Jumat 16 May 2014 13:09 WIB

Jatim Perluas Kerja Sama dengan AS

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: A.Syalaby Ichsan
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf.
Foto: IST
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Provinsi Jawa Timur (Jatim) memperluas kerja sama di bidang pendidikan dan ekonomi dengan Amerika Serikat (AS).

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, Jatim kini menjadi primadona bagi negara lain supaya bisa melakukan kerja sama dan menanamkan investasinya dengan Jatim.

Untuk itu, pemerintah provinsi (pemprov) Jatim akan lebih intens dan memperluas kerja sama dengan negara-negara maju dan berkembang.

"Perluasan kerja sama pendidikan dan ekonomi menjadi salah satu perhatian yang akan dikembangan dan ditawarkan kepada negara-negara maju dan berkembang,’’ ujarnya saat menerima kunjungan kehormatan Executive Director World Trade Center (WTC) St. Louis, Missouri, AS, Timothy Nowak di ruang kerjanya di Surabaya, Jumat (16/5).

Ia menyebutkan, perluasan kerja sama di bidang pendidikan bisa segera dilakukan secara intens melalui pertukaran mahasiswa, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan jenjang pendidikan perguruan tinggi.

Pengembangan kerja sama pendidikan bisa diupayakan dalam meningkatkan standar mutu dan kualitas akademik, baik mahasiswa hingga dosen. Selain itu, kata Saifullah, kerja sama di bidang ekonomi bisa secara intens dilakukan.

Kerja sama tersebut dapat melibatkan pengusaha Jatim atau yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk diajak mengunjungi AS untuk mengidentifikasi. Selain itu, potensi ekonomi yang bisa segera terjalin maupun bermitra secara positif dengan Jatim juga dapat dilihat.

Sementara itu, Timothy Nowak beralasan, kunjunganya ke Jatim adalah ingin memperluas kerja sama di segala bidang. Ia menjelaskan, WTC St. Louis merupakan kantor bagi komunitas internasional yang menyelenggarakan agenda nasional dan internasional sekaligus mempromosikan St Louis yang mempunyai peran penting sebagai “Kota Global Abad 21”.

Tak hanya Pemprov Jatim, beberapa waktu yang lalu, pihaknya telah bertemu dengan akademi dari perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Surabaya (Universitas Negeri Surabaya) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

‘’Kami membuka peluang bisnis bagi pengusaha dengan cara global patner bisnis antara pengusaha Jatim dengan AS agar hubungan bisa terjalin dengan baik dan produktif,’’ katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement