Selasa 29 Apr 2014 20:38 WIB

Tifatul: PKS Antara Dilema dan Galau

Rep: Esthi Maharani / Red: Citra Listya Rini
Tifatul Sembiring
Foto: Republika/Agung Supri
Tifatul Sembiring

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sikap dan arah politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga saat ini belum benar-benar final. PKS mengaku didekati dua partai besar yakni Partai Gerindra dan Partai Golkar. Tapi, ada pula dorongan untuk tetap mengusung koalisi partai islam.

Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring mengatakan realitas politik saat ini harus menjadi pertimbangan. Ia menyakini akan terjadi pengerucutan pada tiga tokoh utama yakni Prabowo, Aburizal Bakrie, dan Jokowi.

Meskipun ada pula dorongan untuk menguatkan koalisi partai islam. Karena itu, PKS tetap melakukan komunikasi dengan semua pihak.

“Pasti komunikasi. Kita semua kan berada di dalam tataran menengah. Jadi andilau-lah, antara dilema dan galau. Kita kan ada di dalam dilema dan galau,” kata Tifatul di Jakarta, Selasa (29/4).

Secara pribadi, Tifatul lebih menginginkan terjadi penguatan untuk partai islam. Menurutnya, jika partai islam bersatu justru memiliki daya tawar yang lebih tinggi dan bisa mencalonkan capres dan cawapres sendiri. Bahkan, ia mengaku rela jika PKS tidak menjadi apa-apa asalkan partai islam bersatu.

“Kalau kita bersatu kan kuat tuh, mau jadi capres, cawapres, belakangan saja. Atau kita gak usah menjadi apa-apa, yang penting kita bersatu,” kata Menkominfo ini

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement