Senin 14 Apr 2014 20:39 WIB

Hadapi UN, Lima Siswa SMA Depresi Berat

 Siswa mengerjakan soal Ujian Nasional (UN) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Pancasila Semarang, Jateng, Senin (14/4).
Foto: Antara/R. Rekotomo
Siswa mengerjakan soal Ujian Nasional (UN) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Pancasila Semarang, Jateng, Senin (14/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Sebanyak lima siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami depresi berat menjelang ujian nasional (UN) yang digelar secara serentak pada Senin hingga Rabu (16/4).

"Mereka merasa takut dengan UN yang dihadapinya hari ini, sehingga mereka masuk ke poli jiwa Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember dan menjalani rawat jalan," kata Humas RSD dr Soebandi Jember dr Justina Evy Tyaswati.

Menurut dia, awalnya jumlah siswa yang depresi karena UN sebanyak 15 orang pada bulan Oktober 2013, namun setelah menjalani konseling secara rutin, jumlah siswa yang depresi berat berkurang dan menjadi lima orang saja.

"Awalnya ada 15 siswa, namun kondisi 10 siswa berangsur-angsur membaik dan sudah stabil, sehingga masih ada lima siswa yang mengalami depresi dan berobat jalan," tuturnya.

Kelima siswa yang mengalami gangguan jiwa berat tersebut berjenis kelamin laki-laki dan sebagian besar berasal dari sejumlah sekolah favorit di Kabupaten Jember, namun tidak disebutkan secara detail asal sekolah sejumlah siswa yang mengalami depresi tersebut.

"Mereka mengalami depresi berat menjelang pelaksanaan UN dan saat datang ke poli jiwa, mereka merasa bingung, sehingga kelimanya masuk kategori gangguan jiwa berat," ucap Justina yang juga pskiater RSD dr Soebandi Jember.

Ia menjelaskan kelima siswa tersebut kondisinya masih labil dan belum bisa berkomunikasi dengan baik, bahkan kondisi mereka ketika kontrol ke ruangan poli jiwa sangat tertekan karena banyaknya ujian percobaan yang harus dilalui siswa menjelang pelaksanaan UN.

"Kemungkinan rangkaian sejumlah uji coba seperti try out di sekolah, try out di kecamatan, dan kabupaten yang mendominasi faktor mereka sampai mengalami depresi berat. Faktor target yang terlalu tinggi untuk memperoleh hasil saat UN juga menjadi salah satu pemicu," ujarnya.

Kendati demikian, Justina mengaku tidak tahu apakah kelima siswa yang mengalami depresi berat tersebut mengikuti UN pada hari Senin karena semua siswa hanya menjalani rawat jalan.

Sementara Kepala SMA Negeri 2 Jember, Hariyono membenarkan seorang siswanya mengalami depresi, namun yang bersangkutan sudah sembuh dan kondisinya stabil, sehingga bisa mengikuti UN pada hari pertama.

"Kondisinya sudah baik dan dia sudah mengikuti UN bersama teman-temannya di ruangan," katanya singkat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement