REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Kasus Ebola (Ebola Virus Disease) yang disingkat EVD di Afrika meningkat. Virus tersebut telah menyebar di negara-negara Afrika Barat seperti Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
Apakah penyakit mengerikan ini sudah sampai di Asia dan Indonesia? Kementerian Kesehatan memastikan jika virus tersebut hingga kini masih berkutat di Afrika.
"Sejauh ini penyakit ini tidak sampai ke Asia. Tapi kami terus memantau perkembangan yang ada melalui mekanisme International Health Regulation (2005), dimana saya sebagai National Vocal Point,''kata Direktur Jenderal Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektronik pada Jumat (4/4).
EVD merupakan peristiwa yang jarang terjadi dan demam berdarah virus menjadi salah satu penyakit yang mendapatkan perhatian khusus dalam IHR (2005). EVD) adalah demam berdarah viral dan merupakan salah satu penyakit akibat virus yang paling mematikan bagi manusia.
Virus Ebola pertama kali diidentifikasi di Provinsi Sudan Barat dan di wilayah terdekat dari Zaire pada tahun 1976. Ada lima spesies virus ebola, yaituBundibugyo, Pantai Gading,Reston, Sudan dan Zaïre.
Spesies Bundibugyo, Sudan, dan Zaire adalah spesies yang dikaitkan dalam wabah besar virus ebola di Afrika yang menyebabkan kematian pada 25-90% kasus klinis.
Penyebaran EVD di Afrika Barat (Guinea, Liberia, Sierra Leone). Saat ini kasus konfirmasi dan suspek EVD dilaporkan dari Guinea, Liberia, dan berpotensi menyebar ke Sierra Leone. Per 31 Maret 2014, Kementerian Kesehatan Guinea melaporkan 122 kasus klinis EVD dengan 80 kematian.
Kasus tersebar di beberapa wilayah, yaitu Conakry (11 kasus), Guekedo (77 kasus), Macenta (23 kasus), Kissidougou (delapan kasus), dan tiga kasus dari Dabola danDjingaraye.
Dari jumlah tersebut, 24 diantaranya adalah kasus konfirmasi lab dengan uji PCR (13 kasus meninggal dunia) dan 98 lainnya adalah kasus probable (67 kasus meninggal dunia). Saat ini masih dilakukan investigasi kasus dan pencarian kontak kasus. Tercatat 400 orang kontak dalam pengawasan medis.