Sabtu 22 Feb 2014 12:43 WIB

6 Pos Pengungsian Sinabung Kosong, Pada Kemana?

  Dua warga melintasi sejumlah rumah yang diselimuti abu vulkanik Gunung Sinabung di Desa Mardinding, Karo, Sumut, Selasa (4/2).    (Antara/Wahyu Putro)
Dua warga melintasi sejumlah rumah yang diselimuti abu vulkanik Gunung Sinabung di Desa Mardinding, Karo, Sumut, Selasa (4/2). (Antara/Wahyu Putro)

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN-- Sebanyak Enam posko penampungan korban erupsi Gunung Sinabung di Kota Kabanjahe, Sumatera Utara, sudah kosong karena ditinggalkan oleh pengungsi. "Karena telah ditinggalkan sejumlah pengungsi Sinabung dan mereka kembali pulang ke rumah masing-masing," kata Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe, Jhonson Tarigan ketika dihubungi dari Medan, Sabtu.

Keenam Posko Penampungan tersebut, menurut dia, Losd Desa Tongkoh (708 orang/225 KK), Losd Desa Sempajaya (1.622 orang/510 KK), Jambur Korpri 982 orang/303 KK), Maka Mehuli (644 orang/170 KK), Jambur Siabang-abang (1.256 orang/403 KK) dan GBKP Ronggo Sumbul (315 orang/96 KK).

"Seluruh pengungsi yang berada di Posko Penampungan tersebut telah pulang ke rumah mereka masing-masing," ucap Jhonson.

Dia menyebutkan, pemulangan para pengungsi itu adalah himbauan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dan juga berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) "Ada sebanyak 16 desa di Kabupaten Karo termasuk zona aman dan berada di luar 5 kilometer dari kawah gunung Sinabung," ujarnya.

Ke-16 Desa tersebut antara lain, Desa Cimbang, Desa Ujung Payung, Desa Rimo Kayu, Desa Batu Karang, Desa Tiga Pancur, Desa Kutambelin, Desa Gung Pinta, Desa dan Desa Sukandebi. Kemudian, Desa Tanjung Morawa, Desa Tiganderket, Desa Payung, Desa Pintu Besi, Desa Kebayakan, Desa Jeraya, Desa Kutambelin dan Desa Temberun.

"Seluruh desa tersebut aman untuk ditempati dan tidak terkena semburan erupsi Sinabung," kata juru bicara Pemkab Karo.

Data yang diperoleh di Posko Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe, jumlah pengungsi erupsi Sinabung, Jumat (21/2) tercatat 19.985 orang atau 6.399 kepala keluarga (KK). Terdiri dari 8.663 laki-laki, 8.846 perempuan, 1.808 lansia, 184 ibu hamil dan 1.085 bayi.

Pengungsi Sinabung , Kamis (20/2) tercatat sebanyak 20.489 orang atau 6.556 kepala keluarga (KK).

Terdiri dari 8.071 orang laki-laki, dan 8.213 perempuan, 1.808 lanjut usia (lansia), ibu hamil 184 orang dan 1.045 bayi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level "Siaga" menjadi "Awas" terhitung mulai Minggu, (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Status Awas tersebut berpotensi menyebabkan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 sentimeter yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 km sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk diungsikan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement