Jumat 07 Feb 2014 15:10 WIB

Studi: Ikan Salem Warisi Peta Magnetik Migrasi

Ikan salem (ilustrasi)
Foto: www.inspira.tv
Ikan salem (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Bayi ikan salem --yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman migrasi-- mampu mengorientasikan diri sesuai dengan ladang magnet bumi ke arah lahan pencarian makan di laut yang seringkali disinggahi nenek-moyang mereka.

Satu studi baru yang disiarkan pada Kamis (6/2) memperlihatan ikan salem mungkin mewarisi sejenis GPS yang terpasang di dalam diri mereka, yang selalu menunjukkan mereka jalan pulang.

Nathan Putman dari Oregon State University dan rekannya meneliti bayi ikan salem dewasa Chinook dari Willamette River Basin di Oregon untuk menemukan bukti pilihan orientasi yang akan menunjukkan penggunaan "peta magnetik warisan".

Ikan tersebut, yang menetas di air tawar tapi bermigrasi ke laut dan menghabiskan waktu beberapa tahun untuk berkelana di samudra seperti spesies lain semelparous Pacific salmon, belum pernah melakukan migrasi mereka menuju laut sehingga mereka naif dalam urusan navigasi.

Para peneliti itu menggunakan sistem kumparan magnet untuk membuat ikan salem Chinook muda terpajan pada medan magnet yang ada di dekat garis lintang jalur khas mereka di samudra.

Mereka mendapati sifat khas medan magnet batas utama jalur samudra membimbing ikan salem Chinook menuju arah selatan, sementara medan magnet di selatan jauh mendorong ikan salem untuk bergerak menuju arah utara.

"Temuan kami tentu saja menunjukkan bahwa bahkan sebelum ikan tersebut menyentuh samudra, mereka sudah memiliki informasi mengenai bagaimana mereka mesti menuju untuk sampai, atau tetap berada di lokasi yang menguntungkan," kata Putman sebagaimana dilaporkan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.

"Pada dasarnya, ikan bertindak seakan-akan mereka memiliki peta yang dilandasi atas medan magnet," kata Putman.

Studi lebih lanjut memperlihatkan ikan salem Chinook menggunakan gabungan kekutan magnek dan sudut kecenderungan untuk menilai lokasi geografis mereka serta membimbing mereka secara benar.

Mengingat sistem navigasi semacam itu juga telah dilaporkan pada kura-kura laut, para peneliti tersebut berspekulasi sistem navigasi serupa juga ada pada spesies lain laut dengan pola sejarah hidup yang sama, seperti ikan tuna, belut, ikan paus, anjing laut dan ikan hiu. Temuan tersebut disiarkan di jurnal AS Current Biology.

sumber : Antara/Xinhua-OANA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement