REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Bendung Leuwinangka, yang terletak di Kelurahan Dangdeur, Kecamatan/Kabupaten Subang, Jawa Barat, kembali jebol pada Rabu (29/1) yang lalu. Bendung yang jebol itu lebarnya mencapai 10 meter.
Akibatnya 4.327 hektare area persawahan yang tersebar di tiga kecamatan akan tersapu banjir. Bahkan, jika tak segera ditanggulangi ribuan hektare sawah itu akan mengalami kekeringan di musim kemarau.
Kabid Sumber Daya Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Hendrawan, mengatakan, akhir 2011 lalu bendung tersebut telah jebol. Namun, saat itu instansi terkait hanya menanggulangi sementara infrastruktur tersebut. Dengan kata lain, bendung itu perbaikannya belum permanen. Sehingga, di awal 2014 ini bendung tersebut kembali jebol.
"Kami sudah survei ke lapangan. Kondisinya sangat parah," ujar Hendrawan, kepada //Republika//, Jumat (31/1).
Untuk penanggulangan sementara diperlukan 80 lembar bronjong, serta 80 meter kubik batu kali. Kemudian, alat berat untuk memadatkan bronjong tersebut. Material itu, sangat diperlukan guna menutup tanggul yang jebol selebar 10 meter itu.
Jika tidak segera diatasi, 4.327 hektare sawah di 13 desa dan satu kelurahan akan habis tersapu banjir. Apalagi, saat ini di wilayah tersebut sudah mulai tanam dengan usia padi antara 15 sampai 60 hari setelah tanam (HST).