Jumat 17 Jan 2014 03:29 WIB

Air Bah Datang Tiba-Tiba di Manado

Rep: Andi Nur Aminah/ Red: Karta Raharja Ucu
Jalan raya Manado Tomohon terputus.
Foto: Machel R. Singkoh
Jalan raya Manado Tomohon terputus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seperti biasanya, Marcel Aritonang, menjalankan aktivitasnya di Kantor Wilayah V Pengadaian Manado. Pimpinan Wilayah V Pegadaian ini, tak pernah menyangka, air bah akan datang sekonyong-konyong dan menyapu wilayah Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.

Rabu (15/1), sekitar pukul 11.30 WITA, gulungan air datang menyapu apa saja yang menghadangnya. Tak terkecuali kantor Pegadaian Wilayah V yang berada di Jl RW Monginsidi No 88 A, Malalayang.

"Tak ada peringatan apa-apa, tidak ada bunyi-bunyi sirine, dalam hitungan menit, air datang menyapu semua. Belum pernah ada kejadian seperti ini," ujar Marcel saat dihubungi, Kamis (16/1) malam.

Dalam hitungan menit pula, air naik dengan cepat hingga mencapai ketinggian 1,5 meter. Kedatangan air yang tiba-tiba itu membuat seluruh staf kantor Pegadaian tak bisa berbuat banyak. Mereka pun berlarian keluar kantor untuk menyelamatkan diri.

Di tengah kondisi terkurung air, selang beberapa jam kemudian, sebuah kabar mengejutkan sampai ke telinga Marcel. Sidi Mustikasyah, manager bisnis kantor wilayah yang dipimpinnya sejak 9 September 2013 itu, dikabarkan terjebak dalam banjir bandang dan tak bisa diselamatkan nyawanya.

Marcel mengatakan, dalam kondisi ikut terkurung air, dia harus memikirkan bagaimana mengevakuasi Didi. "Dalam proses ini, banyak yang terlibat untuk membantu. Yang paling tahu adalah sopir yang bersama Didi ketika itu," ujar Marcel.

Marcel saat ini sudah berada di Makassar untuk mengantar jenazah Didi ke rumah duka di Racing Centre, Makassar. Didi sendiri sudah dimakamkan selepas waktu shalat Ashar di dekat kompleks Pemakaman Syekh Yusuf, Sungguminasa, Gowa.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi