Selasa 07 Jan 2014 21:15 WIB

Warga Tangerang Rela Antri Demi Kartu JKN

Rep: C12/ Red: Didi Purwadi
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Foto: IST
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Warga Tangerang Raya sangat antusias untuk memperoleh kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS). Tidak sedikit warga yang datang selama dua hari berturut-turut untuk mengantre pendaftaran JKN.

Ratusan warga terlihat memenuhi Kantor BPJS Cabang Tangerang yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Tangerang.

Kerumunan warga terlihat mulai dari area halaman parkir, bagian samping kantor, lalu lobi kantor, sampai ke bagian lantai dua yang terdapat loket pelayanan. Warga yang datang beragam usia dari muda sampai lanjut usia.

Adapula dari yang terlihat sehat sampai warga yang masih kondisi sakit. Sebagian warga terlihat sibuk mengisi formulir pendaftaran. Ada pula yang mengantri di depan bagian loket.

Warga lainnya terlihat bertanya-tanya kepada petugas terkait BPJS. Empat petugas loket BPJS di lantai dua terlihat sibuk melayani warga. Sementara, mesin nomor antrean hingga pukul 11.00 WIB saja sudah menunjukkan angka ratusan.

Seorang lansia bernama Mangunsong (61 tahun) warga Perumnas II, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, memaparkan sudah datang dari pukul 07.00 pagi. Namun, hingga pukul 11.00 WIB belum terlayani.

“Hari ini saya ngantri kedua kalinya. Kemarin sudah antri dari jam tujuh pagi dapat nomor antrian 171. Tapi, disuruh hari ini datang lagi,” katanya di Kantor BPJS Tangerang, Selasa (7/1).

Menurutnya, jumlah warga yang datang kemarin sama membludaknya dengan hari ini. Hal itu membuat antrian sangat banyak sehingga warga yang sudah antri kemarin dipindahkan jadi hari ini.

Ia mengatakan seharusnya petugas BPJS ditambah agar tidak terjadi penumpukan. Selain itu, petugas berjaga yang memberikan informasi juga kurang sehingga banyak yang kebingungan.

Akibatnya, warga banyak yang bertanya di loket membuat antrian bertambah lama. “Ini programnya bagus untuk bantu rakyat miskin, janda dan lansia seperti saya, tetapi pelaksanaan masih kurang bagus,” paparnya.

Ia berharap ke depannya ada perbaikan untuk pelayanan. Hal itu dikarenakan banyak warga yang datang dari daerah jauh seperti wilayah Kabupaten Tangerang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement