REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangka memajukan pariwisata Jakarta, pemerintah DKI akan menggelar event kesenian yang bertaraf internasional.
Event yang berjudul Jakarta International Performing Art (JAKIPA) itu akan diselenggarakan pada 28-29 September di Monumen Nasional (Monas).
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, acara yang pertama kali digelar di Jakarta tersebut akan menampilkan seniman dari Amerika, Belarusia, Vietnam, dan berbagai daerah di nusantara.
Menurut Jokowi, kehadiran seniman dari berbagai negara tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mengapresiasi seni budaya.
"Kita ingin mengajak masyarakat untuk mengapresiasi sebuah seni tari dan musik yang nanti ada pembandingnya. Misalnya, ooh dari Jerman dan Amerika seperti ini. Sehingga pembanding itu bisa membawa masyarakat untuk mengapresiasi sebuah seni budaya," ujar dia dalam konferensi pers di Balai Kota, Rabu (25/9).
Dia juga mengatakan, event tersebut akan dijadikan acara reguler yang digelar setiap tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, melalui acara ini, pemerintah ingin membangun ikon baru Jakarta sebagai kota budaya. Sebab, ia melanjutkan, seni budaya memiliki nilai tinggi untuk memajukan pariwisata sebuah daerah.
Dia menambahkan, JAKIPA akan menampilkan 350 seniman kelas dunia yang akan membawakan seni tari dan musik, baik tradisional maupun kontemporer. Arie menjamin, event yang menelan dana Rp 1,5 miliar dari APBD ini dapat menyuguhkan hiburan yang menarik bagi warga.
JAKIPA sendiri dapat dinikmati secara gratis untuk umum mulai pukul 16.00-22.30 WIB. Seniman yang akan mengisi JAKIPA antara lain, Die artistokraten dari Jerman, Duo Gorodji dari Belarusia, Graig Burton dari Amerika, Suong Som dari Vietnam, Wayang Kampung Sebelah, Sahita, Acapella Mataraman, Keroncong Toegoe, Reog Ponorogo, Sandiwara Kelompok Miss Tjitjih dan Tari Saman Aceh kolosal.




