Rabu 25 Sep 2013 18:28 WIB

Yahoo Inc Gugat Kudunyahoo.com

Situs Kudunyahoo.com digugat Yahoo inc
Situs Kudunyahoo.com digugat Yahoo inc

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yahoo inc menggugat situs Kudunyahoo.com, situs yang menyediakan informasi kuliner hotel dan wisata di Indonesia. Kudunyahoo.com digugat karena namanya memiliki kemiripan dengan Yahoo.

Berdasarkan keterangan dari Kompasiana.com, Rabu (25/9), melalui kuasa hukumnya, Daru Lukiantono/Primastuti Purnamasari, Partner/Senior Associate, Intellectual Property Practice Group, Yahoo inc di Indonesia, mengirimkan surat peringatan kepada pemilik situs, Hady Hidayat, untuk segera mengganti nama situs Kudunyahoo.com paling lambat 30 September 2013. Yahoo inc juga meminta Kudunyahoo.com mengganti ungkapan atau kata dalam isi koten tersebut yang menuliskan kata 'Kudunyahoo'.

Hady mengaku sama sekali kurang memahami klaim Yahoo inc. Sebab, ia menganggap nama domain 'Kudunyahoo' berasal dari kata Sunda yang berarti 'mau tahu'. "Dalam pembuatan dan perangkaian nama ini (kudunyahoo.com), tidak ada maksud ataupun terlintas untuk menyamai nama Yahoo. Tapi, bermaksud untuk memperkenalkan kata bahasa Sunda menjadi suatu yang bermakna di mata masyarakat dalam ataupun luar negeri dan sebagai makna yang memaknai seluruh isi konten yang ada di situs tersebut, dalam arti informasi yang ada di dalam harus diketahui," kata Hady seperti dinukil dari situs Kompasiana.com.

Masih berdasarkan keterangan dari Kompasiana, berdasarkan surat dari Daru Lukiantono/Primastuti Purnamasari sebagai kuasa hukum Yahoo inc yang berlamat di 701 First Avenue Sunnyvale California 94089 USA, segala apa pun yang menyerupai kemiripan dengan nama Yahoo, baik sebagai merek dagang, nama, maupun lainnya tidak boleh digunakan. Dalam kasus ini bagi pihak Yahoo adalah penulisan Yahoo pada situs Kudunyahoo.com yang dianggap mempunyai arti sama.

Namun, Yahoo bergeming dengan alasan Hady. Mereka menuntut perubahan nama dan penggantian nama seluruhnya sesuai dengan deadline perubahan yang diberikan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement