Selasa 03 Sep 2013 16:42 WIB

Wapres Minta Perguruan Tinggi Jangan Seperti Pengedar Uang Palsu

Rep: Esthi Maharani/ Red: Karta Raharja Ucu
Wakil Presiden Boediono
Foto: Antara/Andika Wahyu
Wakil Presiden Boediono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden, Boediono berpesan pada perguruan tinggi di tanah air, terutama perguruan tinggi yang terbilang baru berdiri. Ia meminta agar perguruan tinggi menjaga kualitas para lulusannya.

Ia teringat pesan dosennya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada medio 1960-an. Kala itu, dosennya berujar perguruan tinggi yang tak jaga mutu kelulusan ibarat pengedar pengedar uang palsu.

"Saya punya pesan, jagalah benar-benar kualitas. Saya ingat apa yang dikatakan dosen saya di UGM pada 1960-an. Beliau mengatakan perguruan tinggi yang tidak jaga mutu kelulusannya ibarat pengedar uang palsu, dampaknya bisa merusak sistem dalam jangka panjang," katanya saat memberikan kuliah perdana Universitas Surya di JCC, Selasa (3/9).

Wapres mengapresiasi hadirnya universitas berbasis riset pertama di Indonesia. Menurutnya, institusi seperti itu sangatlah dibutuhkan jika ingin menjadikan Indonesia pemain utama di arena global.

Ia juga mengatakan ada keuntungan tersendiri bagi institusi baru dan didirikan atas inisiatif masyarakat, yaitu tidak terbebani dengan birokrasi yang seringkali memasung inovasi, perubaham dan gerak maju.

"Pemerintah menghargai insiatif masyarakat dan swasta untuk ikut berpartisipasi membangun pendidikan. Tidak bisa tidak, tugas besar itu harus dipikul bersama. Dengan komitmen dan kerja keras, cita-cita menjadikan Indonesia pemain utama di arena global bisa terwujud," papar Wapres.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement