REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Tim pemenangan PON XX Papua menyatakan telah mengantongi dukungan dari 15 KONI/provinsi untuk menjadi tuan rumah pesta olahraga nasional empat tahunan pada 2020.
Ketua tim pemenangan PON XX Papua Yusuf Yambe Yabdi melalui telepon dari Jayapura, Senin, mengatakan tim pemenangan PON XX Papua terus bekerja mencari simpati dan dukungan dari daerah-daerah se-Indonesia.
"Hal yang paling hakiki dari semangat Papua menjadi tuan rumah PON XX adalah terwujudnya nasionalisme kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Yusuf.
Menyelenggarakan PON bagi Papua bukan sekadar kebanggaan, tetapi mengandung makna sama rasa dan memperkokoh persaudaraan.
"Belahan barat wilayah Indonesia menyatakan biaya mahal ke Papua maka pertanyaannya, apakah orang Papua ke kawasan barat Indonesia gratis naik pesawat," katanya.
Artinya, saudara-saudara kita dari kawasan barat Indonesia harus juga merasakan biaya pesawat ke Papua. Jangan hanya orang Papua yang terus-terusan mengeluarkan biaya ke kawasan barat Indonesia.
Yusuf menambahkan, pemerintah dan seluruh rakyat Papua memandang PON adalah wahana pemersatu bangsa.
"Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Papua dan seluruh daerah kawasan timur Indonesia harus kuat dalam membangun jati diri dan karakter bangsa," tambahnya
Ia menambahkan Papua memiliki satu bandar udara kualifikasi internasional, empat bandar udara taraf nasional dan 44 bandar udara skala kecil.
"Sarana transportasi yang memadai salah satu kunci sukses penyelenggaraan even taraf nasional setingkat PON sehingga Papua memberi perhatian khusus," kata Yusuf.
Papua memahami adanya keraguan dari segi transportasi antar "venues" cabang olahraga karena sarana transportasi utama hanyalah pesawat udara.
"Pemerintah dan rakyat Papua bertekad menjawab segala keraguan daerah-daerah di Indonesia demi kepercayaan menjadi tuan rumah PON XX," kata Yusuf.