Selasa 30 Jul 2013 01:11 WIB

Ngantuk Penyebab Utama Kecelakaan Saat Mudik

Rep: Djoko Suceno/ Red: Yudha Manggala P Putra
Kecelakaan (Ilustrasi)
Foto: FOTO ANTARA/Mohamad Hamzah/ed/NZ/12.
Kecelakaan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Kondisi sopir mengantuk menjadi menyebab utama kecelakaan saat arus mudik dan balik lebaran 2012 di wilayah Polda Jabar.

Selama arus mudik dan balik lebaran tahun lalu, tercatat, mulai H-9 hingga H+6 angka kecelakaan yang disebabnya karena sopir mengantuk sebanyak 68 kejadian. Sedangkan pada 2011, angka kecelakaan akibat sopir mengantuk sebanyak 66 kejadian.

"Ada peningkatan kejadian kecelakaan akibat sopir mengantuk,’’kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul kepada Republika, Senin (29/7).

Selain faktor manusia (mengantuk), angka kecelakaan tertinggi kedua disebabkan oleh laju kendaraan yang melebihi kecepatan.

Angka kecelakaan akibat memacu kecepatan melebihi batas pada 2011, kata Martinus, sebanyak 20 kejadian. Sedangkan pada arus mudik dan balik lebaran 2012 meningkat menjadi 30 kejadian.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat ngebut, kata dia, Dirlantas Polda Jabar melakukan sosialisasi kepada para pemudik, baik yang menggunakan roda dua maupun empat.

"Jauh sebelum arus mudik dan balik terjadi, kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Baik melalui media massa maupun bertemu dengan komunitas-komunitas motor maupun mobil,’’ tutur dia.

Sedangkan faktor kelaikan kendaraan dan faktor jalan, sambung Martinus, juga turut andil besar dalam kecelakaan.  Untuk kecelakaan akibat kelaikan kendaraan, kata dia, pada 2011 terjadi 31 kejadian, sedangkan pada 2012 sebanyak 39 kejadian.

Sedangkan faktor jalan yang rusak, imbuh dia, pada 2011 sebanyak 29 kejadian, dan pada 2012 sebanyak 39 kejadian. "Ada tren peningkatan cukup signifikan kejadian kecelakaan akibat kelaikan kendaraan dan jalan rusak,’’ ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement