Ahad 07 Jul 2013 00:24 WIB

Populasi Hewan Langka Meningkat Tiap Tahunnya

Elang Jawa
Foto: wordpress.com
Elang Jawa

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Balai Taman Nasional Gunung Halimun dan Salak menargetkan populasi hewan langka yang tinggal kawasan hutan tersebut meningkat tiga persen setiap tahunnya.

"Peningkatan ini dilakukan karena populasi hewan tersebut sudah sangat sedikit dan terancam punah seperti macan tutul, elang jawa, kukang jawa dan owa jawa yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti pemburuan liar dan perusahan habitat atau hutan," kata Kepala Balai TNGHS, Agus Priambudi, Sabtu (6/7).

Menurut Agus, dari data TNGHS sampai saat ini untuk macan tutul (Panthera pardus melas) yang berada di taman nasional hanya berjumlah 59 ekor, Elang jawa (Nisaetus bartelsi) sebanyak kurang lebih 25 ekor, owa jawa (Hylobates moloch) sebanyak 1.149 ekor dan kukang jawa (Nycticebus javanicus) sebanyak 12 ekor.

Dengan adanya target tersebut minimalnya setiap tahun hewan langka itu bisa bertambah 1-2 ekor agar populasinya tetap terjaga, karena TNGHS ini merupakan satu-satunya tempat atau habitat alami untuk hewan yang terancam punah ini.

"Pelestarian atau konservasi yang kami lakukan ini dengan berbagai cara seperti monitoring, penelitian, pendidikan lingkungan kepada umum, pemulihan habitat dan suaka elang serta kerjasama dengan pihak ketiga terkait pelepasliaran hewan langka seperti kukang, owa dan elang jawa," tambahnya.

Agus mengatakan, belum lama ini juga pihaknya baru melepasliarkan elang ular bido sebanyak dua ekor di Bumi Perkemahan Sukamantri. Sesuai keputusan Dirjen PHKA Kemennhut no 132/IV.KKH/2011 yang inti dari isinya agar setiap taman nasional untuk melestarikan spesies terancam punah sebesar tiga persen per tahun.

Agar progam ini berhasil pihaknya juga menggandengn mitra seperti dari LSM, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan lain-lain untuk ikut membantu dalam melestarikan dan meningkatkan populasi hewan langka yang tinggal di TNGHS.

"Ternyata dengan menjalin kemitraan ini bisa meningkatkan kelestarian hewan liar sekitar 70-75 persen, di sisi lain kami pun tetap melakukan penjagaan habitat serta populasi seperti patroli rutin mengantisipasi masuknya pemburu liar maupun perusak hutan," kata Agus.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement