REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI TIMUR -- Puluhan warga Bekasi Timur mengeluhkan kualitas beras untuk rakyat miskin (raskin). Puluhan warga yang mengatre mendapatkan beras raskin dengan menggunakan kartu perlindungan sosial (KPS) menyebut kualita beras raskin kurang bagus.
"Namanya juga beras Bulog mas, mau bagaimana lagi," ujar Nurwati (40 tahun) warga Jalan Tirtonadi Bekasi Timur kepada ROL, Rabu (3/7).
Nurwati mengatakan, setiap akan menanak nasi, beras raskin tersebut terpaksa dicampurkan dengan beras kualitas baik agar enak untuk disantap. "Saya sih biasa dicampur dengan beras yang bagus mas, kalau gak rasanya kurang enak," jelasnya.
Pernyataan serupa dilontarkan Agus (41 tahun). Ia mengaku beras raskin yang didapatkannya tak seperti yang diharapkannya. "Saya terima saja mas. Namanya juga pemberian," katanya.
Sejauh ini, kata Agus, keluarga harus mencampur dengan beras kualitas bagus saat hendak menyantap beras raskin ini. "Biasanya selalu aku campur dengan beras kualitas bagus. Supaya ada rasanya," katanya mengakhiri.