REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Saifullah Yusuf menerangkan, masih ada 52 segmen perbatasan wilayah yang masih bermasalah. Minimnya sumber daya manusia (SDM) yang mengerti persoalan tersebut menjadikan konflik perbatasan sering muncul di Provinsi Jatim.
Namun Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah mengeklaim, pihaknya sudah menyelesaikan 80 persen tahapan penetapan batas daerah. Rinciannya, dari 11 segmen batas antarprovinsi dan 69 segmen antar kabupaten/kota, baru 27 segmen yang telah mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri. “Sedangkan puluhan di antaranya masih bermasalah,” kata Gus Ipul, Jumat (28/6).
Sebelumnya, dalam workshop Arsip Perbatasan di Empire Palace Surabaya, Gus Ipul menyatakan, dari jumlah yang bermasalah itu, dua puluh segmen saat ini tengah dalam proses pengajuan. Lambatnya verifikasi, kata Gus Ipul, disebabkan masih adanya konflik perbatasan di beberapa wilayah
Seperti halnya, dia mencontohkan, terjadinya perebutan Gunung Kelud antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar. DI tambah, perebutan Kawah Ijen antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan Kabupaten Banyuwangi. “Persoalan batas inilah yang jadi salah satu penghambat pembangunan di daerah,” ujarnya.
Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Jatim, Mudjib Afan mengatakan, pengertian arsip wilayah adalah bukti otentik yang dapat mempermudah hubungan dan kerjasama antarsektor kabupaten/kota. Selain itu, dia menilai, keutamaan arsip juga dapat mempercepat tertib administrasi pemerintah daerah.