REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kebutuhan semen masyarakat DIY hingga April 2013 naik 19,4 persen dari 2012 lalu. Kebutuhan masyarakat pada 2012 lalu tercatat hanya 239,9 ribu ton. Namun hingga April 2013 kebutuhan akan semen di DIY telah mencapai 286,4 ribu ton.
"Kenaikan kebutuhan semen juga merata secara nasional. Kenaikan secara nasional mencapai 8,6 persen," ujar Kepala Departemen Pengembangan Pemasaran PT Semen Indonesia, Rudi Hartono di Yogyakarta, Kamis (13/6).
Berdasarkan data, kata dia, kebutuhan semen secara nasional pada 2012 hanya 16,68 juta ton. Namun hingga April 2013 sudah mencapai 18,12 juta ton. Kenaikan kebutuhan semen ini kata dia, akan terus meningkat hingga menjelang bulan Ramadhan mendatang.
Kenaikan kebutuhan semen di DIY maupun Indonesia secara keseluruhan, kata dia, disebabkan karena pertumbuhan perumahan dan proyek pembangunan infrastruktur di DIY yang signifikan. "Pertumbuhan perumahan di DIY cukup tinggi sehingga kebutuhan semen juga naik," terangnya.
Diakui dia, kebutuhan semen terbesar di DIY dan Indonesia tahun ini akan terjadi pada Juni dan Juli. Masyarakat terutama pedagang akan mengambil stok cukup banyak sebagai persediaan menjelang puasa dan lebaran.
Kebutuhan semen akan kembali naik menjelang akhir tahun karena banyak proyek yang dikebut penyelesaiannya. Di DIY sendiri kata dia, kebutuhan semen setiap bulan rata-rata mencapai 80 ribu ton.
Dari kebutuhan tersebut PT Semen Indonesia hanya bisa mensuplay 35 ribu ton per bulan atau 40 persen dari kebutuhan tersebut. "Untuk pasar DIY kita suplay dari produksi pabrik di Tuban," jelasnya.
Hingga akhir 2013 ini pihaknya mentargetkan bisa mensuplay 45 persen kebutuhan semen masyarakat DIY. Kendala terbesar suplay semen bagi wilayah DIY adalah kapasitas produksi pabrik Tuban sendiri.
Pabrik tersebut menurut Rudi, baru bisa memproduksi semen sebanyak 12 juta ton setiap tahunnya. Meski begitu, pihaknya optimis penjualan semen di wilayah DIY akan naik signifikan pada 213 ini.
Sebab, mengacu data 2012, PT Semen Indonesia berhasil membukukan penjualan mencapai 22,5 juta ton atau meningkat 14,7 persen dari 2011 yang hanya 19,6 juta ton saja. Pertumbuhan Semen Indonesia tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata semen secara nasional yang hanya 14,5 persen.