REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Pekan ini berbagai kegiatan digelar dalam rangka peringatan 50 tahun atau setengah abad Irian Barat bergabung kembali ke pangkuan NKRI.
Ketua panitia kegiatan tersebut Jimmy Demianus Ijie mengatakan, rangkaian kegiatan itu bertema 'Mau Kemana Papua, Refleksi 50 Tahun Integrasi'.
Jimmy Demianus Ijie mengatakan, pihaknya menyelenggarakan seminar, lomba karya tulis mahasiswa, lomba cipta puisi, lomba pidato, pameran foto, long march obor perdamaian 176 kilometer, malam keakraban dan penanaman pohon. "Seluruh kegiatan diselenggarakan di Kota Sorong," katanya di Sorong, Papua Barat, Senin (29/4) pagi.
Pada Selasa (30/4) diselenggarakan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara MPR. Kegiatan ini menghadirkan pembicara Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari dan Wakil Ketua Pimpinan Kerja Sosialisasi MPR, Wahidin Ismail.
Pada 1 Mei 2013 atau tepat tahun Irian Barat bergabung dalam NKRI juga diselenggarakan seminar nasional. Seminar ini menghadirkan pembicara Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau dan pembicara utama Ketua DPD, Irman Gusman.
Jimmy yang juga Wakil Ketua DPRD Papua Barat mengatakan, 1 Mei 1963 memiliki makna yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Papua, mengingat pentingnya tanggal tersebut semestinya mendapat tempat khusus dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Selama setengah abad ini, kata dia, Papua telah banyak mengalami perubahan dan kemajuan, baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan fisik. Namun, ada beberapa persoalan seperti kesejahteraan masyarakat dan rentang kendali pemerintahan.




