Kamis 11 Apr 2013 23:45 WIB

Petani Kibarkan Bendera Putih Terhadap Hama

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Djibril Muhammad
Petani
Foto: antara
Petani

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Serangan hama di sejumlah wilayah di Karawang, mengalami peningkatan. Salah satunya, yang terjadi di Desa Lemah Duhur, Kecamatan Tempuran. Di wilayah itu, ratusan hektare sawah rusak terserang hama penggerek batang. Petani, mengaku menyerah terhadap hama tersebut.

Petani setempat, Ijam Sujana, mengatakan, serangan hama ini sangat mengganggu petani. Petani dibuat bingung dengan serangan hama ini. Apalagi, hama penggerek batang menyerang ketika padi siap panen. "Kami sudah menyerah dengan kondisi ini," ujar Ijam, kepada Republika, Kamis (11/4).

Jika sudah demikian, maka hasil panen mengalami penurunan. Bahkan, harga gabahnya juga turut turun. Sebab, kualitas gabah yang dihasilkan petani jauh dari harapan.

Diakui Ijam, biasanya dalam satu hektare hasil panennya antara enam sampai tujuh ton. Akan tetapi, sekarang ini mengalami penurunan antara 40-50 persen.

Dengan kondisi ini, jelas program swasembada beras yg didengungkan pemerintah sulit tercapai. Jangankan untuk swasembada, untuk memenuhi kebutuhan petani saja maish jauh. Sebab, gabah yang dipanen banyak yang hilang akibat gangguan hama.

Karena itu, lanjut Ijam, mayoritas petani yang ada di Karawang sangat mengharapkan pemerintah turun langsung. Melihat kondisi yang kini dihadapi petani.

Bahkan, petani menginginkan ada action dari pemerintah, untuk memutus mata rantai siklus hama. Sebab, petani sudah tak mampu lagi mengatasi hama yang kian hari populasinya semakin bertambah ini.

"Kalau ingin program swasembada beras tercapai, bantu petani. Bikin penelitian dan solusinya untuk memutus mata rantai hama," katanya menjelaskan.

Secara terpisah, kabid tanaman pangan dinas pertanian kehutanan perkebunan dan peternakan Karawang, Nanang Sumpena, membenarkan dengan kondisi serangan hama tersebut.

Ada tiga jenis hama yang saat ini sedang ditangani. Yakni, hama penggerek batang, hama wereng coklat, dan hama tikus. "Hama tersebut, memang musuh petani," ujarnya.

Nanang menyebutkan, rencana tanam saat musim rendeng 2012-2013 ini, mencapai 97.529 hektare. Akan tetapi, yang terealisasi sebanyak 95.711 hektare. Dari luas tanam tersebut, yang sampai saat ini sudah panen hanya  27.175 hektare. Sisanya, 68.536 hektare dalam kondisi belum panen.

Berdasarkan laporan, sawah yang terserang hama penggerek batang mencapai 5.775 hektare. Untuk solusinya, dinas berupaya mengendalikan serangan hama itu seluas 14.393 hektare. Pengendaliannya, dengan cara memberikan bantuan obat-obatan ke petani.

Kemudian, hama wereng batang coklat telah menyerang 356 hektare. Namun, sebagai antisipasinya sawah yang dikendalikan seluas 12.769 hektare. Sedangkan untuk hama tikus, sampai saat ini telah menyerang 2.272 hektare sawah. Adapun untuk pengendaliannya seluas 8.549 hektare.

"Sawah yang diserang hama ini, intensitasnya bervariasi. Yakni, sedang, parah, dan puso," katanya mnejelaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement