Kamis 11 Apr 2013 15:39 WIB

Ini Alasan Penggantian Panglima TNI dan Kapolri

Rep: Esthi Maharani / Red: Citra Listya Rini
Julian Aldrin Pasha
Foto: Antara
Julian Aldrin Pasha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggantian Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo tidak sepenuhnya karena pensiun. Lantas apa alasan lainnya? 

"Mengingat pentingnya penyelenggaraan keamanan Pemilu 2014, akan jadi pertimbangan (pergantian) pula," kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/4). 

Untuk pengganti kapolri, Julian mengatakan sebagai pemimpin tertinggi di kepolisian, nantinya sosok yang baru perlu mendapatkan ruang dan waktu adaptasi. Dengan begitu, kapolri yang baru mampu berkonsolidasi secara internal untuk pengamanan Pemilu 2014. 

"Posisi kapolri bisa mendapatkan waktu yang cukup untuk melakukan konsolidasi ke dalam pengamanan pemilu, khususnya Pemilu 2014," ujar Julian. 

Ia menegaskan tidak ada kaitannya percepatan ataupun pergantian tapuk pimpinan di Mabes Polri dan Mabes TNI tersebut akibat sejumlah kasus yang terjadi belakangan ini. Sebut saja yang paling menyita perhatian kasus penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta atau pun kasus besar lainnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi membenarkan Kapolri dan Panglima TNI akan diganti. "Kapolri tahun depan pensiun. Tapi, akan dilakukan pergantian di tahun ini, untuk konsep bagaimana pengamanan pemilu supaya berkesinambungan," kata Sudi. 

Begitu juga, Panglima TNI akan diganti karena memasuki masa pensiun pada Agustus tahun ini. Namun, Sudi tidak mengatakan kapan kepastian waktu pergantian dua perwira tersebut. 

Berita Lainnya

Rekomendasi