Sabtu 30 Mar 2013 22:51 WIB

Ini Empat Perintah SBY untuk Kader Demokrat

Rep: esthi maharani/ Red: Taufik Rachman
  Ketua Umum DPP Partai Demokrat terpilih Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan pidato politik dalam Kongres Luar Biasa di Sanur,Denpasar,Sabtu(30/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)
Ketua Umum DPP Partai Demokrat terpilih Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan pidato politik dalam Kongres Luar Biasa di Sanur,Denpasar,Sabtu(30/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR – Ketua umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan perdananya sebagai ketua umum memiliki sejumlah arahan kepada para kadernya. Ia mengatakan agar Kongres Luar Biasa (KLB) menjadi tonggak sejarah baru untuk kebangkitan dan kejayaan PD.

“Saya yakin dan optimis dengan persatuan dan kekompakan kita dengan kerja keras dan upaya cerda kita, PD akan bangkit kembali dan berjaya lagi,” katanya, Sabtu malam, (30/3).

Adapun arahan yang diberikan yakni; Pertama, ia meminta agar kadernya melakukan upaya besar untuk pembenahan dan peningkatan diri. Menurutnya, dengan hal itu, akan meningkatkan kepercayaan rakyat.

Ia pun meminta agar kader tidak mengurusi partai lain ketika PD sedang dibanding-bandingkan. “Jangan urusi partai lain. Kita urus partai kita sendiri. Biar rakyat yang jadi hakim. Kalau terus berbenah rakyat akan memberikan kepercayaan yang tinggi,” katanya.

Kedua, ia meminta agar cegah praktik dan perilaku politik yang tidak baik. Ia meminta ajakan ini dijalankan dengan serius dan benar. Para kader saling mengingtkan jangan sampai melakukan tindakan korupsi.

“Jangan pungut iuran untuk kepentingan pribadi seperti pencalonan caleg untuk 2014 mendatang,” katanya. Ketiga, ia meminta agar para kader meningkatkan kemampuan diri dan integritasnya.

SBY mengatakan kalau ingin menjadi pejabat yang berasal dari PD maka harus disiapkan modal kemampuan bukan soal popularitas. Kampanye yang dilakukan jelang pesta demokrasi pun harus dilakuan dengan baik dan cerdas.

Keempat, ia mengharapkan KLB di Bali menjadi ajang untuk memperkokoh persatuan PD. Ia juga menegaskan tidak ada kamus gusur menggusur dalam partai termasuk istilah bersih-bersih. Ia mengatakan kalau ada perubahan, itu untuk memastikan semua elemen partai terwakili.

Ia pun menyatakan ketidaksukaannya dengan adanya kelompok-kelompok di internal partai. “I don’t like it,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement