Senin 18 Mar 2013 07:10 WIB

ICMI: Presiden Terpilih 2014 Harus Lanjutkan Keberhasilan SBY

Presiden SBY
Presiden SBY

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Nanat Fatah Natsir mengatakan presiden yang akan terpilih pada Pemilihan Umum 2014 harus melanjutkan keberhasilan-keberhasilan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Yudhoyono sudah cukup berhasil di bidang politik, demokrasi, dan ekonomi. Terbukti dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cukup bagus. Presiden berikutnya harus bisa melanjutkan," kata Nanat Fatah Natsir saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Mantan Rektor UIN Bandung itu mengatakan salah satu yang harus dilanjutkan oleh presiden terpilih pada 2014 adalah menurunkan kesenjangan ekonomi antara si miskin dengan si kaya.

Ia menjelaskan meskipun pertumbuhan ekonomi saat ini cukup bagus, masih terjadi kesenjangan yang cukup tajam di masyarakat.

Menghilangkan kesenjangan itu, katanya, merupakan tugas hari ini dan ke depan.

"Di akhir masa tugasnya, Yudhoyono juga harus berupaya menurunkan kesenjangan itu yang dilanjutkan oleh presiden yang terpilih berikutnya," katanya.

Oleh karena itu, Nanat meminta Presiden Yudhoyono untuk fokus pada tugas pemerintahan yang tinggal kurang dari dua tahun.

Ia mengatakan masih banyak hal-hal besar, seperti Century dan Hambalang yang harus diselesaikan.

"Jangan habiskan energi untuk menanggapi isu tentang kudeta. Siapa yang akan melakukan kudeta? Eliet politik dan masyarakat tidak memiliki senjata untuk melakukan kudeta," katanya.

Saat ini, kata Nanat, elite politik dan masyarakat juga sedang fokus dalam persiapan menghadapi Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden pada 2014 sehingga tidak mungkin ada yang terpikir untuk melakukan kudeta.

"Kalau ada kritik terima saja dengan lapang dada, jangan sampai mengekang kebebasan. Pemerintahan Yudhoyono jangan sampai mengulang cara-cara Orde Baru yang menggunakan istilah subversif terhadap tindakan yang dinilai ancaman bagi pemerintahan," kata Nanat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement