REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Hidayat Nur Wahid menilai Purwakarta merupakan wilayah yang cocok untuk dijadikan sebagai pusat pemerintahan.
Sedangkan Jakarta tetap menjadi ibu kota bisnis. Pemisahan ibu kota politik dan bisnis akan mengurangi beban Jakarta. Purwakarta, ujar Hidayat, relatif aman.
Menurutnya, tidak ada gunung api dan ancaman banjir parah di Purwakarta seperti yang ada di Jakarta. Letaknya pun tidak terlalu jauh dari Jakarta. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) juga memiliki banyak tanah di kota itu sehingga tinggal diganti saja penggunaannya.
Pada era Soeharto, terang Hidayat, pemindahan ibu kota juga sudah menjadi wacana. Kala itu ibu kota mau dipindah ke Jonggol, Bogor.
Namun, begitu wacana tersebut bergulir, mafia tanah beramai-ramai menaikkan harga tanah di Jonggol, sehingga pemerintah tidak mampu membeli tanah di daerah tersebut.
“Makanya dengan dipindahkan ke Purwakarta, pemerintah tidak perlu membeli tanah lagi karena sudah memiliki tanah yang dikuasai PTPN,” terangnya.