REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – KPU Jawa Barat berharap warga yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya alias golongan putih (golput) tidak ada saat perhelatan pilkada Jawa Barat.
"Mudah-mudahan untuk pilgub Jabar yang dilaksanakan pada 24 Februari mendatang, masyarakat berbondong-bondong datang ke TPS (tempat pemungutan suara)," ujar Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat, Rabu (12/12).
Harapan tersebut diungkapkan berdasarkan data golput yang bertambah sejak pemilu 2004. Proses pilkada yang dilakukan di Kota Depok beberapa waktu lalu juga menjadi acuan. Masyarakat Depok yang benar-benar menggunakan hak pilihnya hanya sekitar 54 persen.
"Indonesia sebagai negara berkembang, sehingga iklim demokrasi masih dibangun dan sangat membutuhkan partisipasi masyarakat," jelasnya.
Sedangkan Ketua Pokja Pencalonan KPU Jawa Barat Ferdhiman menilai penyebab masyarakat memilih golput karena terbatasnya informasi tidak sinkron. Pasalnya, informasi kini dapat diakses dengan mudah. Misalnya, masyarakat dapat mengakses melalui website kpu.jabarprov.go.id . Selain itu KPU Jabar jug memiliki jejaring media sosial seperti facebook dan twitter.
Sosialisasi pun dilakukan di media massa dan spanduk yang dipasang di seluruh wilayah Jawa Barat. KPU juga melakukan sosialisasi melalui 100 ormas.