Selasa 04 Dec 2012 14:53 WIB

Diintimidasi, Buruh Minta Perlindungan ke Mabes Polri

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: A.Syalaby Ichsan
 Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai elemen se-Jabodetabek melakukan aksi long march menuju Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/11). (Adhi Wicaksono)
Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai elemen se-Jabodetabek melakukan aksi long march menuju Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/11). (Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan buruh yang tergabung dalam Sekretariat Bersama  Buruh se-Jabodetabek melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/12) siang.

 Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor. Dalam aksinya, ratusan buruh ini meminta perlindungan secara nyata dari kepolisian atas intimidasi yang sering kali diterima buruh.

 Menurut mereka, dalam setiap aksi menyeruakan aspirasi pekerja, para buruh kerap mendapatkan kekerasan dari beberapa pihak. Mereka menganggap perusahaan tidak suka dengan keluhan pekerja, khususnya mengenai upah.

 “Banyak teman-teman kami yang sedang menyuarakan aspirasinya ke manajemen perusahaan khususnya yang berkelas internasional, sering diintimidasi dan mendapat penyerangan fisik,” ujar juru bicara Sekber Buruh, Adi Wibowo Selasa (4/12) siang.

 Menurut dia, para buruh curiga bahwa orang-orang yang melakukan intimidasi tesebut adalah orang suruhan perusahaan.

Dia pun mendesak agar polisi mampu menindak dan menangkap para pelaku intimidasi ini sehingga tidak lagi menganggu buruh.

Aksi buruh ini memaksa petugas kepolisian menutup ruas jalan di depan Mabes Polri. Akibatnya arus lalu lintas di Jl. Trunojoyo sempat macet selama hampir satu jam.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement