Sabtu 01 Dec 2012 13:10 WIB

Dihujani Kritik, PT KAI tidak Defensif

Rep: wahyu syahputra/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Rumah warga yang jadi korban tanah longsor (ilustrasi).
Foto: Antara/Arif Pribadi
Rumah warga yang jadi korban tanah longsor (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Bogor--Hujan kritik diterima PT. KAI dari berbagai elemen masyarakat menyusul jalur kereta yang longsor. Bencana tersebut menimpa rumah warga di Kampung Babakan Sirna RT 03/11, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Kepala Humas DAOP 1 PT KAI Mateta Rijalulhaq S.H  menjelaskan, dugaan penyebab terjadinya longsor adalah meluapnya Sungai Baru yang tumpah ke jalan dan pada akhirnya ke jalur kereta api. Ditambah umur rel yang sudah puluhan tahun.

Tidak hanya jalur rel yang longsor, tetapi rumah yang terkena luapan pun roboh. "Longsornya jalur kereta api ini adalah dampak meluapnya sungai baru" tegasnya ketika ditemui Republika, Sabtu (1/12) Pagi.

Mateta menyatakan menerima semua kritika. Namun, PT KAI, ujarnya, berusaha menjawab dengan perbaikan disegala bidang, seperti menambah jumlah rangkaian kereta api serta perjalanan dan membersihkan peron dari pedagang liar untuk kenyamanan pengguna kereta api.

"Agenda besar kami di tahun 2018, pengguna kereta api mencapai 1,2 juta orang" kata dia.

Sementara, kabar terakhir dari pembenahan jalur rel yang longsor baru mencapai 40 persen. Hal tersebut akan selesai dalam 18 hari ke depan jika didukung dengan cuaca yang bagus serta bekerjanya alat-alat dengan baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement