Sabtu 24 Nov 2012 19:35 WIB

Duh, 80 Persen Investasi Pariwisata Bali Dikuasai Asing

 Sejumlah seniman beratraksi tarian dalam acara Nusa Dua Fiesta di Peninsula, Nusa Dua, Bali, Jum'at (2/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)
Sejumlah seniman beratraksi tarian dalam acara Nusa Dua Fiesta di Peninsula, Nusa Dua, Bali, Jum'at (2/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Sekitar 80 persen dari jumlah investasi di sektor pariwisata di Bali berasal dari para pemilik modal dari luar negeri.

"Kondisi tersebut sangat membahayakan bagi perekonomian wilayah Bali. Oleh karena itu peran investor lokal harus diperkuat," kata Ketua Kadin Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Alit, Sabtu.

Apalagi, tutunya, investasi yang masuk tersebut tidak terlalu dirasakan secara nyata oleh masyarakat Pulau Dewata, khususnya kalangan masyarakat kurang mampu. Manfaat itu hanya dirasakan oleh pemilik modal asing sehingga keuntungan yang didapatpun dibawa ke luar Bali.

"Hal ini jika terus tidak diperhatikan akan membuat putera daerah hanya akan menjadi penonton di daerah sendiri. Kami berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang bisa melindungi dan lebih berpihak kepada pengusaha lokal," ujarnya.

Dia berharap dengan adanya kebijakan tersebut dapat membuat para pengusaha setempat dapat berkembang. Selain itu, Pemkab Badung diminta ikut berperan aktif memberikan penyertaan modal kepada investor lokal.

Sementara itu Prof Wayan Ramantha, pengamat ekonomi dari Universitas Udayana mengatakan, setiap tahun investasi yang masuk dari penanam modal asing terus bertambah.

Hal itu terjadi karena para investor asing tidak dipersempit gerakannya sehingga tidak selalu mendominasi.

"Akan tetapi kami kira sampai saat ini wilayah Pulau Dewata masih membutuhkan dukungan penanaman modal untuk sektor pariwisata," ucapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement