REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pelaku penembakan terhadap Kapolsek Poso Pesisir Utara Iptu Taruklabi diduga lari ke kawasan Gunung Biru.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan dugaan sementara pelaku adalah bagian dari kelompok teror yang kerap melakukan penyerangan. Saat dikonfirmasi apakah mereka menyerang dengan motif balas dendam karena anggotanya ditangkap, menurutnya, bisa saja terjadi.
"Mungkin saja (balas dendam). Ini merupakan serangan sporadis, tapi kan pelakunya belum ditangkap," ujar Boy, Senin (19/11).
Pelaku diduga berjumlah tiga orang. Berdasarkan temuan proyektil peluru diketahui pelaku menggunakan senjata api laras panjang jenis AK 65 dengan kaliber sembilan milimeter.
Kapolsek Poso Pesisir Utara Iptu Taruklabi berhasil lolos dari maut. Ia selamat dari empat tembakan yang ditujukan kepadanya, Kamis (15/11) dini hari sekitar pukul 00.15 WITA.
Kejadian bermula saat Taruklabi keluar dari rumah dinasnya di Desa Membuke. Saat itu ia hendak mengambil kunci motor di depan rumah. Tiba-tiba terdengar dua kali suara letusan senjata dari arah depan rumah.
Mendengar suara tembakan Kapolsek segera masuk ke dalam rumah mengambil senjata api dan mengintip keluar. Tidak lama kemudian terdengar letusan susulan sebanyak dua kali dari arah yang sama.
Usai peristiwa tersebut, anggota Polsek Poso Pesisir Utara lantas bersiaga dan melakukan penjagaan ketat di sekeliling Mapolsek. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan bekas tembakan di dinding depan rumah dan di langit-langit rumah hingga tembus ke ventilasi depan.
Petugas juga menemukan sebuah benda kecil yang diduga proyektil peluru di lantai depan rumah.