Rabu 24 Oct 2012 21:17 WIB

BNP2TKI Dukung Swasta Bantu TKI Purna

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat
Foto: Antara
Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG--Hasrat berubah maju pada TKI merupakan asset dan potensi yang berguna bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara. Menurut Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, jumlah rakyat yang memiliki hasrat itulah indikator kemajuan pemerintah daerah

Karena itu, sudah seyogyanya jika seluruh instansi terkait baik pemerintah dan stakeholder terkait lainnya membantu kemajuan usaha para TKI Purna.

Para TKI, ujarnya adalah anggota masyarakat yang memili keinginan  begitu tinggi untuk mengubah kemiskinan yang dialaminya. "BNP2TKI akan terus mendukung pihak swasta yang mau memberdayakan TKI Purna," ucap Jumhur pada acara Temu Wicara dan Ekspo TKI Purna  di  Alun-Alun Barat Serang, Rabu (24/10).

Keberanian TKI mengadu nasib di negeri orang menunjukkan adanya  hasrat yang tinggi untuk memajukan keluarganya. "Sudah seyogyanya masyarakat dan stakeholder terkait membantu adanya potensi ini," harapnya.

Menurut dia kegiatan Temu Wicara dan Ekspo TKI Purna ini merupakan bukti komitmen Pemerintah daerah dan pemegang kepentingan demi menjaga hasrat untuk maju.  Ekspo ini mempertemukan para TKI dengan calong pengguna jasa TKi, memperkuat jaringan ekonomi sesama mereka dan memfasilitasi kredit murah perbankan untuk peningkatan modal usaha mereka. 

Menjawab pertanyaan soal kecurangan dalam penukaran uang oleh money changer, Jumhur menegaskan jika hal tersebut dilakukan di dalam gedung BPKTKI Selapajang, ia berjanji akan menindak tegas oknum yang dimaksud dari mulai skorsing hingga penutupan. "Tapi jika itu terjadi di luar jangkauan kami, tentu kami tidak bisa melakukan apa-apa," ucapnya.

Jika masih ada hal-hal serupa terjadi, para TKI dipersilahkan menghubungi nomor telpon bebas pulsa untuk layanan di dalam negeri di call center BNP2TKI di 08001000. "Kita sudah menerima ratusan ribu laporan dan sudah kita tindak lanjuti," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement