Rabu 17 Oct 2012 16:21 WIB

'Nasib' Novi Tergantung Penyidik

Novi Amilia
Foto: Antara
Novi Amilia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Benny Josua Mamoto, mengatakan keputusan Novi akan melanjutkan proses rehabilitasinya di BNN atau di Bogor, Jawa Barat, tergantung keputusan penyidik dari Polsek Metro Tamansari.

"Keputusan sepenuhnya ada di tangan penyidik. Kami bantu tes urine dan assessment. Dari situ akan ada rekomendasi kepada penyidik," ujar Benny Mamoto di Jakarta, Rabu (17/10).

Namun, kata Benny, BNN akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum merekomendasikan tempat rehabilitasi yang akan dijalani wanita yang pernah menjadi model salah satu majalah pria dewasa tersebut. Salah satunya tingkat ketergantungan Novi. Benny Momoto mengatakan saat ini pihaknya masih memeriksa Novi Amalia. "Masih dilakukan pemeriksaan. Tunggu hasilnya," ujarnya.

Benny menjelaskan, hasil pemeriksaan tersebut akan dijadikan rekomendasi untuk memutuskan apakah Novi itu harus menjalani rehabilitasi atau dikembalikan ke Polsek Metro Taman Sari. "Pemeriksaan dilakukan seharian penuh," katanya.

Sejak tiba dari RS Polri Kramatjati pagi tadi, Novi belum juga keluar. Puluhan wartawan dari berbagai media massa masih menunggu apakah Novi akan dibawa ke Polsek Metro Tamansari atau ke Panti Rehabilitasi milik BNN yang berada di Lido, Sukabumi, Jawa Barat.

Novi Amalia menjadi pembicaraan masyarakat setelah mengemudikan mobil Honda Jazz warna merah B 1846 POP, Kamis (11/10). Wanita yang tinggal di Jakarta seorang diri itu menabrak tujuh pengguna jalan di sepanjang Jalan Ketapang sampai Olimo, Tamansari, Jakarta Barat.

Korbannya adalah seorang pedagang kopi sepeda keliling, pedagang siomay, dua polisi, dua pengendara sepeda motor, dan penumpang di dalam angkot. Semua korban hanya menderita luka lecet di beberapa bagian tubuh. Beruntung tak ada korban jiwa atas kecelakaan tersebut.

Berdasarkan tes narkotika, bungsu dari enam bersaudara tersebut terbukti menggunakan ekstasi jenis inex dan berkendara di bawah pengaruh minuman keras merek Civas. Namun, Polisi tak menemukan barang bukti narkotika di mobil ataupun di apartemen Novi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement