Senin 02 Mar 2026 19:29 WIB

Korban Serangan AS-Israel di Iran Capai 555 Orang

Bulan Sabit Merah Iran sebut 131 kawasan permukiman jadi sasaran.

Citra satelit yang dirilis oleh Vantor menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di kompleks Khamenei di Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026).
Foto: EPA/SATELLITE IMAGE
Citra satelit yang dirilis oleh Vantor menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di kompleks Khamenei di Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Bulan Sabit Merah Iran pada Senin (2/3/2026) menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu meningkat menjadi 555 orang. Dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Fars, disebutkan serangan gabungan tersebut menargetkan 131 kawasan permukiman di berbagai wilayah Iran.

Bulan Sabit Merah Iran mengonfirmasi 555 korban jiwa, namun belum merinci jumlah korban luka dalam pembaruan data terbaru.

Baca Juga

Sebelumnya, pada Sabtu, lembaga tersebut melaporkan 201 orang tewas dan 747 orang luka-luka akibat serangan yang dimulai pada 28 Februari.

Kampanye militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang diluncurkan pada Sabtu (28/2) dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai tanggapan, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel, aset militer Amerika Serikat, serta sejumlah negara di kawasan Teluk.

photo
Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, 1 Maret 2026. Menyusul operasi militer gabungan Israel-AS yang menargetkan beberapa lokasi di Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026 dan serangan balasan Iran di seluruh wilayah tersebut, banyak kapal berlabuh karena Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, tempat ratusan kapal pengangkut minyak melintas setiap hari, yang berpotensi memengaruhi perdagangan dunia. - (EPA/STRINGER)

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement