Sabtu 29 Sep 2012 16:16 WIB

Sesi Akrobatik BAS 2012 Dihentikan

Dan Lanud Husein Sastranegara, Kol Pnb Umar Sugeng
Dan Lanud Husein Sastranegara, Kol Pnb Umar Sugeng

REPUBLIKA.CO.ID, Sesi akrobatik pesawat dalam ajang Bandung Air Show (BAS) 2012 dihentukan setelah satu pesawat akrobatik Bravo 202 jatuh saat melakukan manuver untuk sesi tersebut di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Sabtu siang.

"Setelah insiden jatuhnya Bravo 202, sesi akrobatik pesawat di ajang BAS 2012 dihentikan, namun pameran statik tetap dilanjutkan," kata Komandan Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara Kota Bandung, Kolonel Pnb Umar Sugeng di Bandung, Sabtu.

Pesawat Bravo 202 tersebut jatuh di belakang Kantor Litbang TNI AU, sebelah utara lokasi penyelenggaraan BAS 2012.

Pesawat bekas TNI-AU yang dihibahkan kepada Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu menabrak bangunan milik Ikatan Istri Angkatan Udara dan langsung terbakar.

Kedua awaknya, pilot dan co-pilot pesawat Bravo 202, Marsma Purn Noorman T Lubis dan co-pilot Kolonel (Purn) Tonny Hartono meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Tim Rescue tiba di lokasi dua menit setelah kejadian, dan tim SAR tiba tujuh menit. Namun kondisi awak pesawat tidak tertolong dan meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Umar.

Menurut dia, keduanya penerbang itu rutin menerbangkan pesawat tersebut pada Sabtu dan Minggu. "Keduanya merupakan anggota FASI. Mereka adalah bagian dari rangkaian kegiatan di BAS 2012," kata Umar.

Umar mengatakan, petugas akan menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat yang sebelumnya digunakan untuk melatih penerbang-penerbang TNI AU itu.

"Penyebab jatuhnya pesawat itu akan diselidiki oleh tim dari TNI AU dan FASI. Kami berduka atas kejadian ini" kata Umar yang juga Ketua FASI untuk pesawat bermotor itu.

Saat ini reruntuhan pesawat nahas itu sedang itu diangkut ke salah satu Hanggar PT Dirgantara Indonesia yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian menggunakan truk.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement