Jumat 07 Sep 2012 13:37 WIB

Analisa DNA Dua Terduga Pelaku Teror Solo Identik

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Djibril Muhammad
Sejumlah anggota kepolisian mengumpulkan barang bukti dari lokasi baku tembak antara Densus 88 dengan terduga teroris di Jl Veteran, Tipes, Solo, Jumat (31/8) malam. Dalam baku tembak tersebut dua orang terduga teroris dan satu anggota densus 88 tewas tert
Foto: Antara Foto
Sejumlah anggota kepolisian mengumpulkan barang bukti dari lokasi baku tembak antara Densus 88 dengan terduga teroris di Jl Veteran, Tipes, Solo, Jumat (31/8) malam. Dalam baku tembak tersebut dua orang terduga teroris dan satu anggota densus 88 tewas tert

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Polisi menyatakan pemeriksaan DNA dua terduga pelaku teror yang tewas di Solo Farhan (19 tahun) dan Mukhsin (19) telah selesai dilakukan di Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur. Hasil proses identifikasi DNA keduanya dinyatakan identik dengan pihak keluarga.

"Identifikasi untuk Farhan menghadirkan ibunya. Sedangkan untuk Mukhsin dihadirkan ayahnya," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Agus Rianto, Jumat (7/9).

Selanjutnya, penyidik akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk penyerahan jenazah kedua tersangka tersebut. Koordinasi juga dilakukan untuk menentukan lokasi pemakaman jenazah.

Menurut Agus, otopsi dilakukan pihak rumah sakit, tapi pihak penyidik bertanggung jawab terhadap jenazah. Kemungkinan besar pemakaman akan dilakukan di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Jakarta Timur hari ini, Jumat (7/9).

Baku tembak terjadi  antara dua orang pelaku teror dengan anggota satuan tugas khusus antiteror Densus 88 di samping pusat perbelanjaan Lottemart di Jalan Veteran, Tipes, Surakarta, Jumat (31/8) sekitar pukul 21.30 WIB. Terduga teroris Farhan dan Mukhsin tewas tertembak di tempat kejadian.

Anggota Densus 88 Antiteror Briptu Suherman juga gugur dalam menjalankan tugas. Suherman meninggal dunia sesampainya di rumah sakit. Ia dimakamkan di Pinrang, Sulawesi Selatan.

Satu orang terduga teroris berhasil diamankan petugas. Bayu Setiono kini berada di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Dari hasil pemeriksaan terungkap ia berperan membeli nomor plat kendaraan palsu yang digunakan dalam aksi teror. Ia juga berperan melakukan survei dan pengamatan sebelum menjalankan aksi teror. 

Polisi menyita barang bukti berupa satu pucuk pistol pietro bareta buatan Italia yang bertuliskan PNP Property Philipines National Police, tiga buah magazin, 43 peluru kaliber sembilan milimeter Luger dan sembilan holopoint CBC. Mengenai barang bukti pistol yang bertuliskan milik kepolisian Filipina, Polri mengatakan belum berkomunikasi dengan kepolisian Filipina.

Selain itu, juga ditemukan surat dalam tas pinggang yang digunakan Farhan. Surat dengan tulisan tangan tersebut berisi kekecewaan kelompok mereka atas penangkapan polisi terhadap pelaku yang diduga teroris sebelumnya.

Dalam surat itu juga terungkap klaim mereka sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam aksi pembunuhan dan teror terhadap petugas polisi. Teror terhadap polisi dilakukan sebagai bentuk balas dendam karena melakukan penangkapan terhadap para pelaku teror.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement