Selasa 04 Sep 2012 01:43 WIB

'Kunjungan Hillary Clinton Bukan Membawa Kedamaian'

Menteri Luar Negeri AS, Hillary R Clinton, berbicara saat melakukan konfwrensi pers usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, di Jakarta, Senin (3/9) malam.
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Menteri Luar Negeri AS, Hillary R Clinton, berbicara saat melakukan konfwrensi pers usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, di Jakarta, Senin (3/9) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan menilai kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton ke Indonesia adalah usaha AS menancapkan kepentingan Negeri Paman Sam di Tanah Air. Kunjungan Hillary perlu dicermati sebagai upaya global AS untuk menancapkan pengaruh politik maupun ekonominya di Asia Pasifik.

Sehingga, Syahganda menilai kunjungan Hillary akan membawa risiko atas keberlangsungan harmoni sesama anggota ASEAN. Selain itu, kunjungan tersebut menyisakan dilema masa depan posisi Indonesia yang berpengaruh di ASEAN.

"Adanya konflik di Laut Cina Selatan yang melibatkan Cina dengan negara-negara ASEAN khususnya Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Malaysia, jelas dipandang menganggu kenyamanan agenda luar negeri AS, yang secara sungguh-sungguh dan spektakuler kini berorientasi ke lingkungan Asia Pasifik," katanya di Jakarta, Senin (3/9).

Menurut mantan Direktur Eksekutif Cides (Center for Information and Development Studies) itu, respon persahabatan penuh dari Indonesia sangat diperlukan AS sebelum mendapatkan dukungan serupa dari negara-negara lain di ASEAN. Seluruh negara ASEAN diharapkan mendukung agenda keterlibatan AS dalam penyelesaian konflik Laut Cina Selatan yang memengaruhi stabilitas tataran Asia Pasifik itu.

"Jadi, kunjungan Hillary ke Indonesia bukan membawa kedamaian, justru sebaliknya menawarkan risiko dan persoalan terhadap Indonesia dan ASEAN," katanya mengakhiri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement