Kamis 02 Aug 2012 14:08 WIB

Ratusan Orang Blokir Jalan Lintas Timur, Ada Apa?

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Heri Ruslan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Ratusan pendukung pasangan bakal calon bupati/wakil bupati (balonbup/baonwabup) Tulangbawang (Tuba), Frans Agung-Darwis Fauzi (Frada), berunjuk rasa kembali, Kamis (2/8). Massa mengepung kantor KPU Tuba dan sekaligus memblokir jalan lintas timur (jalintim).

Aksi kedua pendukung Frada ini, dipicu pasangan ini terancam tidak lolos pada tahap verifikasi dukungan parpol, agar masuk bursa calon bupati/wakil bupati (cabup/cawabup) pada pilkada yang akan berlangsung 27 September 2012. Massa mendesak KPU meloloskan Frada, sehingga dapat ikut pilkada.

Aparat polisi sejak sepekan telah berjaga di kantor KPU setempat, terkait adanya aksi massa pendukung yang tidak lolos tahap verifikasi tersebut. Kondisi sosial dan politik Kabupaten Tuba ini, cukup menjadi pusat perhatian masyarakat karena balonbup yang gagal lolos ini adalah anak pertama Bupati Tuba, Abdurrachman Sarbini, yang akrab disapa Mance.

Aksi massa yang memblokir jalintim, menyebabkan terjadinya macet arus lalu lintas dari Bakauheni (Lampung) maupun dari Palembang (Sumatra Selatan). Padahal, ruas jalintim menjadi urat nadi perekonomian Sumatra dan Jawa. Polisi yang berjaga terpaksa mengalihkan arus lali lintas dari dua provinsi tersebut ke jalur alternatif, yakni lewat jalan lintas pantai timur dan jalan dalam kota pemukiman penduduk.

Para pengunjuk rasa mendesak KPU Tuba meloloskan pasangan Frada. Menurut Aldi, pendukung Frada, kinerja KPU harus dipertanyakan, karena telah bekerja tidak profesional. "Kami mendesak KPU meloloskan pasangan Frada," tegasnya. Namun, sayang tak satu pun komisioner KPU Tuba yang masuk kantor.

Frada terancam tidak lolos tahap verifikasi dukungan parpol 15 persen. Penetapan hasil verifikasi tersebut akan dilakukan pada Sabtu (4/8). Pasangan ini bakal tidak lolos karena parpol pengusung tidak memenuhi persyaratan 15 persen. PPP yang diharapkan pasangan Frada hengkang ke pasangan lain Razak A Hanan-Heri Wardoyo (Handoyo).

Sementara itu, kantor KPU Lampung pun sempat mendapat informasi akan didemo massa dari Kabupaten Tuba. Aparat Polresta Bandar Lampung sejak pagi hingga siang masih berjaga di kantor KPU Lampung. Tampak Kapolresta Bandar Lampung, AKBP Nurrochman turun ke kantor KPU tersebut. Tak seorang pun komisioner KPU Lampung berada di sekretariat KPU.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement