Selasa 10 Jul 2012 18:16 WIB

Indonesia-Jerman Bahas Tank Leopard

Rep: Esthi Maharani/ Red: Dewi Mardiani
Tank Leopard buatan Jerman
Foto: fineartamerika.com
Tank Leopard buatan Jerman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –- Dalam pertemuan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyno dan Kanselir Jerman, Angela Merkel, salah satu hal yang dibahas adalah mengenai pertahanan. Bahasannya, termasuk pembelian 100 Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard dari negara tersebut.

Presiden SBY mengatakan Indonesia sudah 20 tahun tidak pernah memoderenisasi senjata dan elemen pertahanan. “Sehingga, negara kami tertinggal. Padahal Indonesia negara terbesar dan ekonomi terbesar di Asia ini,” katanya dalam konferensi pers SBY bersama Merkel di Istana Merdeka, Selasa (10/7).

Ia menegaskan, pembelian tank ataupun kerja sama pertahanan, baik dengan Jerman maupun negara sahabat lainnya tetap akan terbuka dan transparan. Ia juga menyakinkan bahwa pembelian tank tersebut tidak akan digunakan untuk bertempur ataupun menembaki rakyat sendiri atau merusak ekosistem yang ada di Indonesia.

Meski begitu, Presiden SBY juga menekankan bahwa moderenisasi alutsista dan sistem pertahanan yang kuat tetap diperlukan. Hal ini tak lain untuk pertahanan kedaulatan Indonesia. “Itu, untuk pertahanan kedaulatan kami dan sebuah negara tetap memerlukan minimum essential force,” katanya.

Sementara itu, Angela Merkel mengatakan, dalam pertemuan bilateralnya, tidak secara spesifik membahas pembelian MBT Leopard. Namun, pembahasan lebih kepada kerja sama pertahanan secara luas. “Saya mengatakan di dalam Deklarasi Jakarta menyinggung perjanjian antara kedua menteri pertahanan, tetapi secara konkret tidak mengadakan pembicaraan tentang hal itu,” katanya.

Ia juga menegaskan pembicaraan kerja sama pertahanan lebih dibahas secara luas. Apalagi Indonesia dianggapnya negara yang sangat luas dengan berbagai keanekaragaman energi ataupun lingkungan. Kerja sama yang akan dilakukan tetap akan disesuaikan dengan perundangan yang ada. “Jerman bisa membantu mengimplementasikan UU dari segi bantuan teknis,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement