Rabu 04 Jul 2012 03:00 WIB

'Jangan Gunakan Masjid untuk Sarana Propaganda'

ilustrasi
Foto: http://islamiclearningmaterials.com
ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengingatkan kepada umat Islam di Tanah Air agar tidak menjadikan masjid sebagai sarana propaganda untuk kepentingan tertentu seperti politik dan lainnya.

Pada beberapa kota di Indonesia ada ditemukan masjid digunakan sebagai sarana agitasi politik, ideologi hingga menebar kebencian satu sama lainnya, kata Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat DMI KH Masdar Farid Mashudi di Padang, Selasa (4/7) malam. 

Ia mengemukakan hal itu usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VIII DMI Wilayah Sumatera Barat. 

Menurut dia, masjid harus lebih banyak digunakan sebagai pusat pencerahan akhlak dan keberagamaan mengingat persoalan utama bangsa ini yang paling mengemuka adalah akhlak dan moral.

"Apalagi masjid merupakan pusat keberagamaan yang memiliki basis yang kuat di masyarakat dan tersebar di seluruh wilayah," kata dia.

Dikatakannya, masjid harus digunakan untuk menyebarkan nilai-nilai keluhuran budi, kejujuran, kerendahan hati, saling menghargai dan toleransi. "Selain itu, jika masjid dikelola dengan optimal dapat menjadi pusat kebangkitan umat," kata dia.

Ia mencontohkan, jika masjid bagus pengelolaannya tentu akan memiliki data tentang kondisi jamaah dengan lengkap dan akurat. Melalui data tersebut dapat membantu pelaksanaan program pemerintah seperti pemberantasan kemiskinan dan lainnya, kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement