Jumat 22 Jun 2012 16:45 WIB

Max Sopacua: Masalah Demokrat Ada di Lapisan Bawah

Rep: Mansyur Faqih/ Red: Djibril Muhammad
Max Sopacua
Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Max Sopacua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua mengatakan, tidak ada masalah antara Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Yang terjadi malah kader di bawah yang mengeluarkan pernyataan kontroversial, sehingga membuat kondisi partai panas.

"Orang tidak apa-apa kok. Semua berpikir positif. SBY berpikir positif untuk bagaimana partai ke depan. Untuk Anas juga sudah punya komitmen untuk menunggu hasil dari lembaga hukum. Jadi sebenarnya, orang di atas itu tidak ada masalah," katanya ketika dihubungi, Jumat (22/6).

Menurutnya, apa yang selama ini disampaikan SBY yaitu bagaimana mengkondisikan diri dan meningkatkan elektabiltias dengan cara yang lebih baik. Makanya, Max mengimbau agar para kader jangan saling menyerang. Apalagi merasa mereka paling hebat. Justru kader harus menahan diri. Karena itu yang membuka peluang merusak partai. 

Ia pun menyayangkan tindakan yang dilakukan Sekretaris DPD DKI Jakarta, Irvan Gani. Sebelumnya, Irvan Gani meminta agar kader-kader yang selama ini menjadi duri dalam daging di Demokrat untuk mundur.

Yaitu orang-orang yang bersikap melanggar konstitusi partai. Antara lain, dengan meminta ketua umum agar mundur dari jabatannya. Irvan bahkan menyebut nama anggota dewan pembina Hayono Isman sebagai orang yang melanggar konstitusi partai.

Max menyayangkan adanya kader yang sok tahu menyerang kader lainnya. Bagi dia hal itu tidak perlu. Justru karena pernyataan itu orang berpikir ada kubu Anas dan SBY. "Sekretaris DPD DKI (Irvan) itu anak kemarin dan baru masuk partai. Kok minta Hayono dan Ruhut mundur. Apa hebatnya dia?," papar anggota Komisi I DPR tersebut.

Menurut dia, kader seharusnya berpikir tidak hanya karena posisinya. Melainkan juga bagaimana untuk menjaga kondisi partai ke depan agar tetap kondusif. "Loyal sih loyal, tapi jangan diangkat ke permukaan," ujarnya.

Ia pun mengaku sudah mengadukan Irvan dan kader yang suka menyerang ke komisi pengawas. Meskipun, aduan itu tidak dalam bentuk tertulis. Alasannya, jangan sampai ada orang yang baru masuk dan duduk di partai kemudian bisa berbicara seenaknya.

"Di komwas itu berproses. Saya sudah minta, komwas harus menegur. Membenahi orang yang selalu melontarkan pernyataan kontroversi yang menyebabkan penilaian negatif terhadap partai. Karena tindakan itu sudah di luar etika partai," jelas Max.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement