REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Nuansa kontestasi politik pilpres 2014 yang sudah menggeliat dengan sejumlah kampanye elite partai dan beberapa kajian survei sejumlah lembaga, ditanggapi dingin oleh Muhammadiyah.
Tak mendominasi bursa capres di sejumlah lembaga survei, Muhammadiyah akui popularitas Din Syamsuddin masih menjadi pekerjaan rumah PP Muhammadiyah.
"Tapi sebelumnya harus dipertanyakan, apa benar Din Syamsuddin itu akan maju untuk 2014 mendatang," ungkap Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, Selasa (19/6).
Menurut Dadang, yang terpenting hari ini adalah bagaimana Muhammadiyah mampu bekerja yang terbaik untuk masyarakat dan umat. Persoalan pencalonan Din Syamsuddin, ungkap Dadang, hanya tinggal persoalan waktu Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut.
“Yang jelas, Muhammadiyah sepenuhnya mendukung hajat Din Syamsuddin,” ungkapnya.
Saat ini kita memang terus meningkatkan popularitas Muhammadiyah di masyarakat, tapi yang perlu menjadi catatan, tambah Dadang. tak hanya popularitas ketua umum, popularitas organisasi Muhammadiyah pun harus menjadi perhatian.
“Kita terus kembangkan metode publikasi melalui kegiatan kemasyarakatan, peningkatan saluran media, dan kerja nyata untuk rakyat. Silahkan saja hasil survei tersebut tetap berjalan,” tandasnya.