REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Seorang oknum guru SMPN berinisial ASR dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. ASR dilaporkan lantaran memukuli seorang muridnya hanya gara-gara pantulan bola voli yang mengenai mukanya.
"Saya sudah minta maaf, tapi tetap dipukul juga," kata korban pemukulan, Arif Fadilla, di Pekanbaru, Selasa.
Arif menjelaskan kejadian itu terjadi pada Senin pagi. Kelasnya saat itu sedang mengikuti ujian penilaian olahraga bola voli. Arif yang duduk di kelas 8 itu mengaku secara tak sengaja memukul bola yang memantul liar hingga mengenai ASR. Kebetulan ASR merupakan guru olahraga di sekolah itu.
"Lima kali saya ditinjunya di bagian muka. Rasanya sakit karena kena cincinnya," ujar Arif.
Karena merasa kesakitan, Arif mengadu ke kakak kandungnya dan akhirnya kejadian itu sampai ke orangtua korban. Ayah kandung korban, Hasmuri, tidak terima dengan perlakuan ASR dan langsung mendatangi pihak sekolah.
"Saya kesal, masak pendidik seperti itu,'' tandas Hasmuri. ''Harusnya seorang guru membina siswa dengan kasih sayang, jangan dengan tindakan anarkis.''
Menurut Hasmuri, muka anaknya di bagian pelipis terlihat bengkak akibat kena tinju ASR. Keluarga siswa tidak melaporkannya ke polisi. Pertimbangannya karena pihak sekolah sudah berusaha menyelesaikannya di Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
Wakil Kepala Sekolah SMPN tersebut, Jasril, mengatakan pihak sekolah menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada dinas pendidikan. Ia mengakui oknum ASR adalah guru pengajar mata pelajaran olahraga yang belum genap satu tahun mengajar di sekolah itu.
"Kalau (Arif) nakal, itu masih sebatas kenakalan anak-anak lainnya. Tapi, kami tidak akan banyak berkomentar mengenai masalah ini. Kita serahkan ke dinas pendidikan saja," ujarnya.