REPUBLIKA.CO.ID, SANGATTA -- Sebagian siswa SMA peserta Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, terpaksa mengikuti ujian pada hari pertama dalam keadaan basah kuyup. Ini lantaran hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Senin pagi.
Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Kutai Timur, Imam Hidayat, hampir seluruh wilayah Kutai Timur sejak pagi hari diguyur hujan deras. Meskipun demikian, pelaksanaan ujian nasional tetap berjalan lancar.
UN di Kutai Timur terbagi dalam empat zona dan di 13 Sub Rayon Se-Kutai Timur. "Berdasarkan pantauan langsung dan laporan masing-masing sub rayon, ujian hari pertama berjalan lancar. Seluruh siswa hadir tepat waktu. Ada satu siswa SMA Negeri 1 Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, yang tidak mengikuti UN karena sakit," kata Imam Hidayat di ruang kerjanya.
Mengenai materi soal ujian, Imam Hidayat mengatakan bahwa tidak ada masalah. Semua berjalan sesuai rencana dan tepat waktu, termasuk di wilayah pedalaman.
Kepala SMA Negeri 1 Rantau Pulung, Yahman, mengatakan bangga dan senang melihat semangat anak-anak mengikuti Ujian Nasional kali ini. "Saya bangga melihat semangat mereka datang penuh semangat meski dengan kondisi badan basah-basah saat masuk kelas. Karena, hujan deras mengguyur kawasan Rantau Pulung," kata Yahman.
Karena jarak desa mereka dengan lokasi tempat UN cukup jauh, banyak siswa yang datang dengan pakaian basah kehujanan. "Tetapi tidak masalah, semua datang tepat waktu," katanya.




