Rabu 04 Apr 2012 01:08 WIB

Peserta BSBI Afsel Kagumi Budaya Indonesia

Rep: Satya Festiani/ Red: Dewi Mardiani
Pemuda dari berbagai negara ini tampil mengenakan pakaian daerah Indonesia saat pembukaan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) pada Selasa (3/4). Mereka siap tinggal di sini selama tiga bulan ke depan dan mempelajari Indonesia.
Foto: Republika/Satya Festiani
Pemuda dari berbagai negara ini tampil mengenakan pakaian daerah Indonesia saat pembukaan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) pada Selasa (3/4). Mereka siap tinggal di sini selama tiga bulan ke depan dan mempelajari Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu peserta Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) dari Afrika Selatan (Afsel), Chishamiso Samantha, mengagumi Indonesia, karena memiliki keragaman budaya. "Indonesia memiliki banyak bahasa daerah, sama seperti di Afrika Selatan," ujar Chi, panggilan akrabnya, Selasa (3/4).

Ketika menginjakan kaki untuk pertama kalinya di Jakarta, Chi mengaku terkejut, karena ternyata suasana Jakarta mirip daerah asalnya. "Bedanya, di Jakarta lebih banyak penduduknya," ujar dia. Perbedaan lainnya adalah suhu di Jakarta yang lebih panas. Pada dasarnya, ia lebih menyukai cuaca yang dingin.

BSBI yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia ini mempersilakan para pesertanya untuk memilih satu dari lima tuan rumah, yakni Bali, Solo, Surabaya, Bandung, dan Makassar. Di sana, mereka akan belajar kebudayaan Indonesia.

Chi mengaku bingung akan memilih kota yang mana. "Saya senang tarian. Kira-kira kota mana yang bisa mengajarkan tari untuk saya?" Chi mengetahui program ini dari salah satu koran lokal di negaranya. Setelah menyelesaikan program ini, Chi (23 tahun) yang merupakan guru drama, berencana untuk mengajarkan apa yang ia pelajari pada murid-muridnya.

Peserta BSBI lainnya yang berasal dari Inggris, Stuart Cook, tertarik dengan Indonesia karena ia pernah mendengar alunan musik gamelan. "Saya ingin belajar gamelan," ujar Stuart. Ini adalah kali pertama Stuart datang ke Indonesia. Ia mengaku belum mengenal banyak tentang Indonesia. Dosennya mengenalkan dia dengan program beasiswa tersebut. "Saya tertarik dan langsung mendaftar," ujar dia.

Mengenai kota yang akan dipilih, Stuart tertarik dengan Bali dan Solo. "Kata orang-orang, Bali pemandangannya indah. Saya penasaran," ujar Stuart.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement