Jumat 30 Mar 2012 16:50 WIB

Demokrat Istiqomah Dukung Kenaikan BBM

Rep: Fitria Andayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro menyatakan Fraksi Partai Demokrat tetap setia mendukung pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. (Yogi Ardhi/Republika)
Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro menyatakan Fraksi Partai Demokrat tetap setia mendukung pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. (Yogi Ardhi/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat masih konsisten untuk mendukung langkah pemerintah yang berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, sabtu (1/4) esok. Tapi, Demokrat menjamin pemberian Bantuan Langsung Sementara (BLSM) kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi kenaikkan harga BBM.

Fraksi Partai Demokrat melalui putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono menyatakan, partai berlambang bintang mercy itu tetap istiqomah mendukung pemerintah terkait kenaikkan harga BBM.

"Banyak yang mengira keputusan kami seolah-olah tidak berpihak pada rakyat. Kami juga sadar keputusan ini membuat kami berada pada posisi yang tidak populer dan mengorbankan citra," kata anggota Komisi I DPR RI itu dalam Sidang ParipurnaDPR membahas kenaikan harga BBM di Gedung DPR RI. "Namun kami tetap setuju dengan pemerintah," sambung politisi yang akrab disapa Ibas tersebut.

Menurut menantu Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, kenaikan harga BBM dan penyesuaian APBN mutlak harus dilakukan agar APBN tetap sehat.

Tapi politisi 31 tahun itu menegaskan, kebijakan itu akan diiringi dengan perlindungan bagi masyarakat miskin. "Kami mendukung pemberian bantuan langsung sementara (BLSM), beasiswa bagi masyarakat miskin, dan kompensasi bagi transportasi. Kami akan kawal pemberian bantuan tersebut," jamin Ibas.

Demokrat menyetujui adanya penyesuaian Pasal 7 ayat 6 UU APBN 2012 lewat tambahan ayat 6a yang isinya persis seperti pembahasan tim perumus RUU APBNP 2012. "Kenaikan harga BBM bisa dilakukan ketika harga rata-rata ICP naik 5 persen," tuntas suami Siti Ruby Aliya Rajasa itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement